<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Navie_Lovely's Weblog</title>
	<atom:link href="http://vimeylovely.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://vimeylovely.wordpress.com</link>
	<description>Setiap Detik yang Qta lalui, adalah Memori yang Begitu Berarti</description>
	<lastBuildDate>Thu, 19 Nov 2009 09:04:53 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='vimeylovely.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/f80d42047fcceed8b5f27594e69440b9?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Navie_Lovely's Weblog</title>
		<link>http://vimeylovely.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Demam MP3 Player, Musik Haramkah?</title>
		<link>http://vimeylovely.wordpress.com/2009/07/29/demam-mp3-player-musik-haramkah/</link>
		<comments>http://vimeylovely.wordpress.com/2009/07/29/demam-mp3-player-musik-haramkah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Jul 2009 06:06:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vimey</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islamic]]></category>
		<category><![CDATA[haram]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[ustadz]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vimeylovely.wordpress.com/?p=472</guid>
		<description><![CDATA[Postingan kali ini sebagai perbaikan dari postingan Bingkisan Istimewa untuk Saudariku agar Bersegera Meninggalkan Musik dan Lagu yang banyak sedikitnya terdapat kontroversi. Semoga dengan hadirnya postingan ini lebih bisa memberikan sedikit pencerahan&#8230;
********************************************************************
Assalamu&#8217;alaikum wb.wr.
Kami doakan, pak Ustadz selalu dalam keadaan sehat walafiat. Akhir-akhir ini, masyarakat Indonesia sedang demam MP3 player. Di mana-mana orang asyik dengerin musik [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vimeylovely.wordpress.com&blog=3131971&post=472&subd=vimeylovely&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Postingan kali ini sebagai perbaikan dari postingan <a href="http://vimeylovely.wordpress.com/2009/07/05/bingkisan-istimewa-untuk-saudariku-agar-bersegera-meninggalkan-musik-dan-lagu/">Bingkisan Istimewa untuk Saudariku agar Bersegera Meninggalkan Musik dan Lagu </a>yang banyak sedikitnya terdapat kontroversi. Semoga dengan hadirnya postingan ini lebih bisa memberikan sedikit pencerahan&#8230;</p>
<p>********************************************************************</p>
<p><span style="font-family:verdana;font-size:xx-small;"><span style="font-family:verdana;font-size:x-small;">Assalamu&#8217;alaikum wb.wr.</span></span></p>
<p><span style="font-family:verdana;font-size:x-small;">Kami doakan, pak Ustadz selalu dalam keadaan sehat walafiat. Akhir-akhir ini, masyarakat Indonesia sedang demam MP3 player. Di mana-mana orang asyik dengerin musik dari MP3 player. Di bis, di halte, dan sebagainya. Pertanyaannya:</span></p>
<p><span style="font-family:verdana;font-size:x-small;">Apa sih hukum dengarin musik, karena saya masih bingung, ada ustadz yang bilang boleh ada yang bilang haram? Mohon dijelaskan dalilnya yang haram dan yanghalalnya.</span></p>
<p><span style="font-family:verdana;font-size:x-small;">Terima kasih.</span></p>
<p><span style="font-family:verdana;font-size:x-small;">Wassalamu&#8217;alikum w.w.</span></p>
<h4><span style="font-family:verdana;font-size:x-small;">jawaban</span></h4>
<p><span style="font-family:verdana;font-size:x-small;"><em>Assalamu&#8217;alaikum warahmatullahi wabarakatuh,<br />
</em><br />
Suatu masalah yang menimpa mayoritas umat manusia termasuk umat Islam adalah masalah nyanyian dan musik. Terlepas dari hukum nyanyian dan musik tersebut, mayoritas umat manusia dan juga umat Islam menyukai sesuatu yang indah dan merdu didengar. Secara fitrah manusia menyenangi suara gemercik air yang turun ke bawah, kicau burung dan suara binatang-binatang di alam bebas, senandung suara yang merdu dan suara alam lainnya.</span></p>
<p><span style="font-family:verdana;font-size:x-small;"><span id="more-472"></span> </span></p>
<p><span style="font-family:verdana;font-size:x-small;">Nyanyian dan musik merupakan bagian dari seni yang menimbulkan keindahan, terutama bagi pendengaran. Allah SWT. menghalalkan bagi manusia untuk menikmati keindahan alam, mendengar suara-suara yang merdu dan indah, karena memang itu semua itu diciptakan untuk manusia.</span></p>
<p><span style="font-family:verdana;font-size:x-small;">Di sisi lain Allah SWT telah mengharamkan sesuatu dan semuanya telah disebutkan dalam Al-Qur`an maupun hadits Rasulullah saw. Allah SWT. menghalalkan yang baik dan mengharamkan yang buruk. Halal dan haram telah jelas. Rasulullah saw. bersabda:</span></p>
<p><span style="font-family:verdana;font-size:x-small;">&#8220;Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas. Di antara keduanya ada yang syubhat, manusia tidak banyak mengetahui. Siapa yang menjaga dari syubhat, maka selamatlah agama dan kehormatannya. Dan siapa yang jatuh pada syubhat, maka jatuh pada yang haram.&#8221; (HR Bukhari dan Muslim).</span></p>
<p><span style="font-family:verdana;font-size:x-small;">Sehingga jelaslah semua urusan bagi umat Islam. Allah SWT. tidak membiarkan umat manusia hidup dalam kebingungan, semuanya telah diatur dalam Syariah Islam yang sangat jelas sebagaimana jelasnya matahari di siang hari. Oleh karena itu semua manusia harus komitmen pada Syari`ah Islam yang merupakan pedoman hidup mereka.</span></p>
<p><span style="font-family:verdana;font-size:x-small;">Bagaimana Islam berbicara tentang nyanyian dan musik? Istilah yang biasa dipakai dalam madzhab Hanafi pada masalah nyanyian dan musik sudah masuk dalam ruang lingkup <em>maa ta`ummu bihi balwa</em> (sesuatu yang menimpa orang banyak). Sehingga pembahasan tentang dua masalah ini harus tuntas. Dan dalam memutuskan hukum pada dua masalah tersebut, apakah halal atau haram, harus benar-benar berlandaskan dalil yang shahih (benar) dan sharih (jelas). Dan tajarud, yakni hanya tunduk dan mengikuti sumber landasan Islam saja yaitu Al- Qur`an, Sunnah yang shahih dan Ijma`. Tidak terpengaruh oleh watak atau kecenderungan perorangan dan adat-istiadat atau budaya suatu masyarakat.</span></p>
<p><span style="font-family:verdana;font-size:x-small;">Sebelum membahas pendapat para ulama tentang dua masalah tersebut dan pembahasan dalilnya. Kita perlu mendudukkan dua masalah tersebut. Nyanyian dan musik dalam Fiqh Islam termasuk pada kategori muamalah atau urusan dunia dan bukan ibadah. Sehingga terikat dengan kaidah:</span></p>
<p><span style="font-family:verdana;font-size:x-small;"><strong>Hukum dasar pada sesuatu (muamalah) adalah halal (mubah). </strong></span></p>
<p><span style="font-family:verdana;font-size:x-small;">Hal ini sesuai firman Allah SWT.: </span></p>
<p><span style="font-family:verdana;font-size:x-small;">`Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu` (QS Al-Baqarah 29).</span></p>
<p><span style="font-family:verdana;font-size:x-small;">Sehingga untuk memutuskan hukum haram pada masalah muamalah termasuk nyanyian dan musik harus didukung oleh landasan dalil yang shahih dan sharih. Rasulullah saw. bersabda:</span></p>
<p><span style="font-family:verdana;font-size:x-small;"><em>`Sesungguhnya Allah `Aza wa Jalla telah menetapkan kewajiban, janganlah engkau lalaikan, menetapkan hudud, jangan engkau langgar, mengharamkan sesuatu jangan engkau lakukan. Dan diam atas sesuatu, sebagai rahmat untukmu dan tidak karena lupa, maka jangan engkau cari-cari (hukumnya) ` (HR Ad-Daruqutni). </em></span></p>
<p><span style="font-family:verdana;font-size:x-small;">`Halal adalah sesuatu yang Allah halalkan dalam kitab-Nya. Dan haram adalah sesuatu yang Allah haramkan dalam kitab-Nya. Sedangkan yang Allah diamkan maka itu adalah sesuatu yang dima`afkan` (HR at-Tirmidzi, Ibnu Majah dan al-Hakim )</span></p>
<p><span style="font-family:verdana;font-size:x-small;">Pada hukum nyanyian dan musik ada yang disepakati dan ada yang diperselisihkan. Ulama sepakat mengharamkan nyanyian yang berisi syair-syair kotor, jorok dan cabul. Sebagaimana perkataan lain, secara umum yang kotor dan jorok diharamkan dalam Islam. Ulama juga sepakat membolehkan nyanyian yang baik, menggugah semangat kerja dan tidak kotor, jorok dan mengundang syahwat, tidak dinyanyikan oleh wanita asing dan tanpa alat musik. Adapun selain itu para ulama berbeda pendapat, sebagai berikut:</span></p>
<p><span style="font-family:verdana;font-size:x-small;">Jumhur ulama menghalalkan mendengar nyanyian, tetapi berubah menjadi haram dalam kondisi berikut:</span></p>
<ol><span style="font-family:verdana;font-size:x-small;">
<p>&nbsp;</p>
<li>Jika disertai kemungkaran, seperti sambil minum khomr, berjudi dan lain-lain.</li>
<li>Jika dikhawatirkan menimbulkan fitnah seperti menyebabkan timbul cinta birahi pada wanita atau sebaliknya.</li>
<li>Jika menyebabkan lalai dan meninggalkan kewajiban, seperti meninggalkan shalat atau menunda-nundanya dan lain-lain.</li>
<p>&nbsp;</p>
<p></span></ol>
<p><span style="font-family:verdana;font-size:x-small;">Madzhab Maliki, asy-Syafi`i dan sebagian Hambali berpendapat bahwa mendengar nyanyian adalah makruh. Jika mendengarnya dari wanita asing maka semakin makruh. Menurut Maliki bahwa mendengar nyanyian merusak muru`ah. Adapun menurut asy-Syafi`i karena mengandung lahwu. Dan Ahmad mengomentari dengan ungkapannya:` Saya tidak menyukai nyanyian karena melahirkan kemunafikan dalam hati`.</span></p>
<p><span style="font-family:verdana;font-size:x-small;">Adapun ulama yang menghalalkan nyanyian, di antaranya: Abdullah bin Ja`far, Abdullah bin Zubair, Al-Mughirah bin Syu`bah, Usamah bin Zaid, Umran bin Hushain, Muawiyah bin Abi Sufyan, Atha bin Abi Ribah, Abu Bakar Al-Khallal, Abu Bakar Abdul Aziz, Al-Gazali dll. Sehingga secara umum dapat disimpulkan bahwa para ulama menghalalkan bagi umat Islam mendengarkan nyanyian yang baik-baik jika terbebas dari segala macam yang diharamkan sebagaimana disebutkan di atas.</span></p>
<p><span style="font-family:verdana;font-size:x-small;">Sedangkan hukum yang terkait dengan menggunakan alat musik dan mendengarkannya, para ulama juga berbeda pendapat. Jumhur ulama mengharamkan alat musik. Sesuai dengan beberapa hadits di antaranya, sebagai berikut: </span></p>
<ol><span style="font-family:verdana;font-size:x-small;">
<p>&nbsp;</p>
<li>`Sungguh akan ada di antara umatku, kaum yang menghalalkan zina, sutera, khamr dan alat-alat yang melalaikan`. (HR Bukhari)</li>
<li>`Dari Nafi bahwa Ibnu Umar mendengar suara seruling gembala, maka ia menutupi telingannya dengan dua jarinya dan mengalihkan kendaraannya dari jalan tersebut. Ia berkata:`Wahai Nafi` apakah engkau dengar?`. Saya menjawab:`Ya`. Kemudian melanjutkan berjalanannya sampai saya berkata:`Tidak`. Kemudian Ibnu Umar mengangkat tangannya, dan mengalihkan kendaraannya ke jalan lain dan berkata: Saya melihat Rasulullah saw. mendengar seruling gembala kemudian melakukan seperti ini` (HR Ahmad, Abu Dawud dan Ibnu Majah).</li>
<li>`Dari Umar bin Hushain, bahwa Rasulullah saw. berkata tentang umat ini:` Gerhana, gempa dan fitnah. Berkata seseorang dari kaum muslimin:`Wahai Rasulullah kapan itu terjadi?` Rasul menjawab:` Jika biduanita, musik dan minuman keras dominan` (HR At-Tirmidzi).</li>
<p>&nbsp;</p>
<p></span></ol>
<p><span style="font-family:verdana;font-size:x-small;">Para ulama membicarakan dan memperselisihkan hadits-hadits tentang haramnya nyanyian dan musik. Hadits pertama diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Shahihnya, dari Abi Malik Al-Asy`ari ra. Hadits ini walaupun terdapat dalam hadits shahih Bukhori, tetapi para ulama memperselisihkannya. Banyak di antara mereka yang mengatakan bahwa hadits ini adalah mualaq (sanadnya terputus), di antaranya dikatakan oleh Ibnu Hazm. Di samping itu di antara para ulama menyatakan bahwa matan dan sanad hadits ini tidak selamat dari kegoncangan (idhtirab). Katakanlah, bahwa hadits ini shohih, karena terdapat dalam hadits shohih Bukhori, tetapi nash dalam hadits ini masih bersifat umum, tidak menunjuk alat-alat tertentu dengan namanya. Batasan yang ada adalah bila ia melalaikan.</span></p>
<p><span style="font-family:verdana;font-size:x-small;">Hadits kedua dikatakan oleh Abu Dawud sebagai hadits mungkar. Kalaupun hadits ini shohih, maka Rasulullah saw. tidak jelas mengharamkannya. Bahkan Rasulullah saw mendengarkannya sebagaimana juga yang dilakukan oleh Ibnu Umar. Sedangkan hadits ketiga adalah hadits ghorib. Dan hadits-hadits lain yang terkait dengan hukum musik, jika diteliti ternyata tidak ada yang shohih.</span></p>
<p><span style="font-family:verdana;font-size:x-small;">Adapun ulama yang menghalalkan musik sebagaimana di antaranya diungkapkan oleh Imam Asy-Syaukani dalam kitabnya, Nailul Authar adalah sebagai berikut: Ulama Madinah dan lainnya, seperti ulama Dzahiri dan jama`ah ahlu Sufi memberikan kemudahan pada nyanyian walaupun dengan gitar dan biola`. Juga diriwayatkan oleh Abu Manshur Al-Bagdadi As-Syafi`i dalam kitabnya bahwa Abdullah bin Ja`far menganggap bahwa nyanyi tidak apa-apa, bahkan membolehkan budak-budak wanita untuk menyanyi dan beliau sendiri mendengarkan alunan suaranya. Dan hal itu terjadi di masa khilafah Amirul Mukminin Ali ra. Begitu juga Abu Manshur meriwayatkan hal serupa pada Qodhi Syuraikh, Said bin Al-Musayyib, Atho bin abi Ribah, Az-Zuhri dan Asy-Sya`bi.</span></p>
<p><span style="font-family:verdana;font-size:x-small;">Imam Al-Haramain dalam kitabnya, An-Nihayah dan Ibnu Abi Ad-Dunya yang menukil dari Al-Itsbaat Al-Muarikhiin; bahwa Abdullah bin Zubair memiliki budak-budak wanita dan gitar. Dan Ibnu Umar pernah ke rumahnya ternyata di sampingnya ada gitar, Ibnu Umar berkata:` Apa ini wahai sahabat Rasulullah saw. kemudian Ibnu Zubair mengambilkan untuknya, Ibnu Umar merenungi kemudian berkata:` Ini mizan Syami (alat musik) dari Syam?`. Berkata Ibnu Zubair:` Dengan ini akal seseorang bisa seimbang`. Dan diriwayatkan dari Ar-Rowayani dari Al-Qofaal bahwa madzhab Malik bin Anas membolehkan nyanyian dengan alat musik.</span></p>
<p><span style="font-family:verdana;font-size:x-small;">Demikianlah pendapat ulama tentang mendengarkan alat musik. Dan jika diteliti dengan cermat, maka ulama muta`akhirin yang mengharamkan alat musik karena mereka mengambil sikap waro`(hati-hati). Mereka melihat kerusakan yang timbul dimasanya. Sedangkan ulama salaf dari kalangan sahabat dan tabi`in menghalalkan alat musik karena mereka melihat memang tidak ada dalil baik dari Al-Qur`an maupun hadits yang jelas mengharamkannya. Sehingga dikembalikan pada hukum asalnya yaitu mubah.</span></p>
<p><span style="font-family:verdana;font-size:x-small;">Oleh karena itu bagi umat Islam yang mendengarkan nyanyian dan musik harus memperhatikan faktor-faktor berikut:</span></p>
<p><span style="font-family:verdana;font-size:x-small;"><strong>1. Lirik Lagu yang Dilantunkan. </strong></span></p>
<p><span style="font-family:verdana;font-size:x-small;">Hukum yang berkaitan dengan lirik ini adalah seperti hukum yang diberikan pada setiap ucapan dan ungkapan lainnya. Artinya, bila muatannya baik menurut syara`, maka hukumnya dibolehkan. Dan bila muatanya buruk menurut syara`, maka dilarang.</span></p>
<p><span style="font-family:verdana;font-size:x-small;"><strong>2. Alat Musik yang Digunakan. </strong></span></p>
<p><span style="font-family:verdana;font-size:x-small;">Sebagaimana telah diungkapkan di muka bahwa, hukum dasar yang berlaku dalam Islam adalah bahwa segala sesuatu pada dasarnya dibolehkan kecuali ada larangan yang jelas. Dengan ketentuan ini, maka alat-alat musik yang digunakan untuk mengiringi lirik nyanyian yang baik pada dasarnya dibolehkan. Sedangkan alat musik yang disepakati bolehnya oleh jumhur ulama adalah ad-dhuf (alat musik yang dipukul). Adapun alat musik yang diharamkan untuk mendengarkannya, para ulama berbeda pendapat satu sama lain. Satu hal yang disepakati ialah semua alat itu diharamkan jika melalaikan.</span></p>
<p><span style="font-family:verdana;font-size:x-small;"><strong>3. Cara Penampilan. </strong></span></p>
<p><span style="font-family:verdana;font-size:x-small;">Harus dijaga cara penampilannya tetap terjaga dari hal-hal yang dilarang syara` seperti pengeksposan cinta birahi, seks, pornografi dan ikhtilath.</span></p>
<p><span style="font-family:verdana;font-size:x-small;"><strong>4. Akibat yang Ditimbulkan. </strong></span></p>
<p><span style="font-family:verdana;font-size:x-small;">Walaupun sesuatu itu mubah, namun bila diduga kuat mengakibatkan hal-hal yang diharamkan seperti melalaikan shalat, munculnya ulah penonton yang tidak Islami sebagi respon langsung dan sejenisnya, maka sesuatu tersebut menjadi terlarang pula. Sesuai dengan kaidah Saddu Adz dzaroi` (menutup pintu kemaksiatan).</span></p>
<p><span style="font-family:verdana;font-size:x-small;"><strong>5. Aspek Tasyabuh atau Keserupaan Dengan Orang Kafir. </strong></span></p>
<p><span style="font-family:verdana;font-size:x-small;">Perangkat khusus, cara penyajian dan model khusus yang telah menjadi ciri kelompok pemusik tertentu yang jelas-jelas menyimpang dari garis Islam, harus dihindari agar tidak terperangkap dalam tasyabbuh dengan suatu kaum yang tidak dibenarkan. Rasulullah saw. bersabda:</span></p>
<p><span style="font-family:verdana;font-size:x-small;"><em>`Siapa yang menyerupai suatu kaum maka ia termasuk mereka` (HR Ahmad dan Abu Dawud) </em></span></p>
<p><span style="font-family:verdana;font-size:x-small;"><strong>6. Orang yang menyanyikan. </strong></span></p>
<p><span style="font-family:verdana;font-size:x-small;">Haram bagi kaum muslimin yang sengaja mendengarkan nyanyian dari wanita yang bukan muhrimnya. Sebagaimana firman Allah SWT.: </span></p>
<p><span style="font-family:verdana;font-size:x-small;">`Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik`(QS Al-Ahzaab 32)</span></p>
<p><span style="font-family:verdana;font-size:x-small;">Demikian kesimpulan tentang hukum nyanyian dan musik dalam Islam semoga bermanfaat bagi kaum muslimin dan menjadi panduan dalam kehidupan mereka. Amiin.</span></p>
<p><span style="font-family:verdana;font-size:x-small;"><em>Wallahu a&#8221;lam bishshawab, wassalamu &#8221;alaikum warahmatullahi wabarakatuh,</em></span></p>
<p><span style="font-family:verdana;font-size:x-small;"><strong>Ahmad Sarwat, Lc.</strong></span></p>
Posted in Islamic  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/vimeylovely.wordpress.com/472/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/vimeylovely.wordpress.com/472/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/vimeylovely.wordpress.com/472/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/vimeylovely.wordpress.com/472/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/vimeylovely.wordpress.com/472/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/vimeylovely.wordpress.com/472/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/vimeylovely.wordpress.com/472/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/vimeylovely.wordpress.com/472/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/vimeylovely.wordpress.com/472/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/vimeylovely.wordpress.com/472/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vimeylovely.wordpress.com&blog=3131971&post=472&subd=vimeylovely&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vimeylovely.wordpress.com/2009/07/29/demam-mp3-player-musik-haramkah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">vimey</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tipe Orang dilihat dari Cara Mengirim Email</title>
		<link>http://vimeylovely.wordpress.com/2009/07/29/tipe-orang-dilihat-dari-cara-mengirim-email/</link>
		<comments>http://vimeylovely.wordpress.com/2009/07/29/tipe-orang-dilihat-dari-cara-mengirim-email/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Jul 2009 05:34:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vimey</dc:creator>
				<category><![CDATA[Just For Refreshing]]></category>
		<category><![CDATA[email]]></category>
		<category><![CDATA[humor]]></category>
		<category><![CDATA[lucu]]></category>
		<category><![CDATA[tipe]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vimeylovely.wordpress.com/?p=465</guid>
		<description><![CDATA[
Sifat orang dapat dilihat dari cara mengirimkan email. Berikut adalah hasil survey dengan melibatkan banyak pelaku pengguna fasilitas dunia maya itu.

si PEMALU, Menekan tombol send sambil menggunakan palu.


si PEMALAS, Mengirim email buat 10 orang, tapi diberikan ke salah satu temennya biar diforwardkan


si SUPER PEMALAS SEKALI, Setelah mengetik email langsung pulang karena males mencet tombol send


si [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vimeylovely.wordpress.com&blog=3131971&post=465&subd=vimeylovely&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="aligncenter size-medium wp-image-466" title="send email" src="http://vimeylovely.files.wordpress.com/2009/07/emailicon.png?w=286&#038;h=300" alt="send email" width="286" height="300" /></p>
<p>Sifat orang dapat dilihat dari cara mengirimkan email. Berikut adalah hasil survey dengan melibatkan banyak pelaku pengguna fasilitas dunia maya itu.</p>
<ul>
<li>si <span style="color:#0000ff;">PEMALU</span>, Menekan tombol send sambil menggunakan palu.</li>
</ul>
<ul>
<li>si <span style="color:#0000ff;">PEMALAS</span>, Mengirim email buat 10 orang, tapi diberikan ke salah satu temennya biar diforwardkan</li>
</ul>
<ul>
<li>si <span style="color:#0000ff;">S</span><span style="color:#0000ff;">UPER PEMALAS SEKALI</span>, Setelah mengetik email langsung pulang karena males mencet tombol send</li>
</ul>
<ul>
<li>si <span style="color:#0000ff;">IRIT<span style="color:#000000;">, </span></span>Kirim email hanya ketika ada&#8230;&#8230; (kalimatnya dipotong, biar irit)</li>
</ul>
<ul>
<li>si <span style="color:#0000ff;">PENGERTIAN</span>, Selalu mengerti isi email yang dikirimkan padanya, bahkan sebelum dibuka, dan akan mengerti bahwa si penerima telah mengerti bahwa dia ingin membalas setelah menerima email tersebut namun khawatir jika ada salah pengertian. Jadi dia mengerti jika kawannya sudah pasti mengerti kenapa email tadi tidak dibalas.</li>
</ul>
<ul>
<li>si <span style="color:#0000ff;">PLAYBOY</span>, Punya banyak account email dan tidak pernah dibuka bersamaan (biar tidak cemburu).</li>
</ul>
<ul>
<li>si <span style="color:#0000ff;">PRO POLIGAMI</span>, Punya banyak account email, dan dibuka bergantian secara adil, bahkan seringkali mengirimkan email yang sama dari seluruh accountnya, biar adil.</li>
</ul>
<ul>
<li>si <span style="color:#0000ff;">HOBY SELINGKUH</span>, Sudah punya account email tapi sering nyoba hacking account orang lain</li>
</ul>
<ul>
<li>si <span style="color:#0000ff;">PELUPA</span>, Buka satu account email, terus passwordnya dilupakan, buka account lagi passwordnya dilupakan lagi. Begitu seterusnya.</li>
</ul>
<ul>
<li>si <span style="color:#0000ff;">BEKEN</span>, Tombol send diberi efek suara tepuk tangan saat ditekan.</li>
</ul>
<ul>
<li>si <span style="color:#0000ff;">AKTIFIS</span>, Senang sekali menekan tombol send, bahkan rela keliling warnet untuk membantu menekankan tombol send pengunjung lainnya.</li>
</ul>
<ul>
<li>si <span style="color:#0000ff;">jorok</span>, Setelah surat diketik, mengupil dan meleletkan upilnya di tombol klik kiri mousenya, trus minta tolong ke  aktifis untuk menekan tombol sendnya.</li>
</ul>
Posted in Just For Refreshing  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/vimeylovely.wordpress.com/465/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/vimeylovely.wordpress.com/465/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/vimeylovely.wordpress.com/465/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/vimeylovely.wordpress.com/465/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/vimeylovely.wordpress.com/465/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/vimeylovely.wordpress.com/465/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/vimeylovely.wordpress.com/465/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/vimeylovely.wordpress.com/465/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/vimeylovely.wordpress.com/465/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/vimeylovely.wordpress.com/465/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vimeylovely.wordpress.com&blog=3131971&post=465&subd=vimeylovely&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vimeylovely.wordpress.com/2009/07/29/tipe-orang-dilihat-dari-cara-mengirim-email/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">vimey</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://vimeylovely.files.wordpress.com/2009/07/emailicon.png?w=286" medium="image">
			<media:title type="html">send email</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tipe Manusia dilihat dari status Facebooknya</title>
		<link>http://vimeylovely.wordpress.com/2009/07/29/tipe-manusia-dilihat-dari-status-facebooknya/</link>
		<comments>http://vimeylovely.wordpress.com/2009/07/29/tipe-manusia-dilihat-dari-status-facebooknya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Jul 2009 05:17:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vimey</dc:creator>
				<category><![CDATA[Just For Refreshing]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[humor]]></category>
		<category><![CDATA[lucu]]></category>
		<category><![CDATA[tipe]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vimeylovely.wordpress.com/?p=463</guid>
		<description><![CDATA[
1.Manusia Super Update 
Kapanpun dan dimanapun update status. Biasanya Status ga panjang2
amat..kebanyakan hal2 yang ga terlalu penting juga dipublikasikan contoh
: &#8220;Lagi tidur..&#8221; (tidur kok bisa update&#8230;)  , &#8220;Lagi makan di restoran
A..&#8221;, &#8220;Dalam perjalanan menuju neraka..&#8221;, &#8220;Saatnya baca koran..&#8221;, dsb..
2.Manusia Melankolis 
Biasanya dia curhat di status. Entah karena ingin banyak diberi komentar
dari teman2nya atau hanya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vimeylovely.wordpress.com&blog=3131971&post=463&subd=vimeylovely&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="aligncenter size-medium wp-image-467" title="facebook" src="http://vimeylovely.files.wordpress.com/2009/07/facebook.jpg?w=300&#038;h=233" alt="facebook" width="300" height="233" /></p>
<p><strong>1.Manusia Super Update </strong><br />
Kapanpun dan dimanapun update status. Biasanya Status ga panjang2<br />
amat..kebanyakan hal2 yang ga terlalu penting juga dipublikasikan contoh<br />
: <span style="color:#0000cc;">&#8220;Lagi tidur..&#8221;</span> <em>(tidur kok bisa update&#8230;) <img src="http://myquran.org/forum/Smileys/default/dubrak.gif" border="0" alt="Gubraks!" /> </em>, <span style="color:#0000cc;">&#8220;Lagi makan di restoran<br />
A..&#8221;, &#8220;Dalam perjalanan menuju neraka..&#8221;, &#8220;Saatnya baca koran..&#8221;,</span> dsb..</p>
<p><strong>2.Manusia Melankolis </strong><br />
Biasanya dia curhat di status. Entah karena ingin banyak diberi komentar<br />
dari teman2nya atau hanya sekedar menuangkan unek2nya ke facebook, tapi<br />
biasanya orang tipe ini menceritakan kisahnya dan terkadang menanyakan<br />
solusi yg terbaik kepada yang laen.. contoh : <span style="color:#0000cc;">&#8220;Kamu sakitin aku..lebih<br />
baik aku cari yang lain..&#8221;, &#8220;Cuma kamu yang terbaik buat aku..terima<br />
kasih km sudah sayang ama aku selama ini..&#8221;,</span> dsb..</p>
<p><strong>3.Manusia Tukang Ngeluh</strong><br />
Ga pagi, ga siang, ga malem, ga dikasih ujan, ga dikasih panas, ga<br />
dikasih uang, ga dikasih makan, pokonya semuanya dia keluhkan.. contoh :<br />
<span style="color:#0000cc;">&#8221; Jakarta maceeet..!! Panas pula..&#8221;, &#8220;Aaaargh ujan, padahal baru nyuci<br />
mobil..sialan. .!!&#8221;, &#8220;Males ngapa2in.. cape hati gara2 si do&#8217;i..&#8221;,</span> dsb..</p>
<p><strong>4.Manusia Sombong </strong><br />
Mungkin beberapa dari mereka ga berniat menyombongkan diri, tapi<br />
terkadang orang yang melihatnya, yang notabene tidak bisa seberuntung<br />
dia, merasa kalo statusnya itu kelewat sombong, dan malah bikin sebel..<br />
contoh : <span style="color:#0000cc;">&#8220;Otw ke Paris ..!!&#8221;, &#8220;BMW ku sayang, saatnya kamu mandi..aku<br />
mandiin ya sayang..&#8221;,</span> dsb..</p>
<p><strong>5.Manusia Puitis</strong><br />
Dari judulnya udah jelas. Status nya selalu diisi dengan kata2 mutiara,<br />
tapi ga jelas apa maksudnya. Bikin kita terharu? Bikin kita sadar atas<br />
pesan tersembunyi nya? atau cuma sekedar memancing komentar? Sampai saat<br />
ini, tipe orang seperti ini masih dipertanyakan.. contoh : <span style="color:#0000cc;">&#8220;Kita<br />
masing-masing adalah malaikat bersayap satu. Dan hanya bisa terbang bila<br />
saling berpelukan&#8221;, &#8220;Mencintai dan dicintai adalah seperti merasakan<br />
sinar matahari dari kedua sisi&#8221;, &#8220;Jika kau hidup sampai seratus tahun,<br />
aku ingin hidup seratus tahun kurang sehari, agar aku tidak pernah hidup<br />
tanpamu&#8221;,</span> dsb&#8230;</p>
<p><strong>6.Manusia in English </strong><br />
Tipe manusianya bisa seperti apa saja, apakah melankolis, puitis,<br />
sombong dan sebagainya. Tapi dia berusaha lebih keren dengan<br />
mengatakannya dalam bahasa Inggwis Gicyu Low.. contoh : <span style="color:#0000cc;">&#8220;Tie and<br />
Chair..&#8221;, &#8220;I can tooth, you Pink sun..&#8221;</span> dsb..</p>
<p><strong>7. Tipe alay&#8230; </strong><br />
updatenya gaul2&#8230; dan bahasa dewa.. ejaan yang dialaykan..<br />
contoh..<span style="color:#0000cc;">&#8220;met moulnin all&#8230; pagiiieh yg cewrah&#8230; xixiixi&#8221;</span> &lt;&lt;  <img src="http://myquran.org/forum/Smileys/default/grin.gif" border="0" alt="Ngakak" /></p>
<p><strong>8. Tipe obsesi&#8230;</strong><br />
ngarep&#8230; tp ga kesampaian.. pengen jd artis ga dapat2.. dll..<br />
contoh : <span style="color:#0000cc;">&#8220;duwh&#8230; sesi pemotretan lagi! cape&#8230;&#8221;</span> <img src="http://myquran.org/forum/Smileys/default/dubrak.gif" border="0" alt="Gubraks!" /></p>
<p><strong>9. Tipe Sok tau..</strong><br />
sotoy tenarnya..<br />
contoh : <span style="color:#0000cc;">&#8220;pemerintah selalu memanjakan rakyatnya.. bla&#8230;bla&#8230;bla. ..</span><br />
pdahal ga tau apa yang ditulis.. <img src="http://myquran.org/forum/Smileys/default/cheesy.gif" border="0" alt="Yiiihaaaa!" /> &lt;&lt; <em>tipikal org hukpol <img src="http://myquran.org/forum/Smileys/default/hihi.gif" border="0" alt="Ngikik.." /></em></p>
<p><strong>10. Tipe bioskop mania..</strong><br />
update film yang abis ditonton dan kasih comment..<br />
contoh : <span style="color:#0000cc;">&#8220;ICE AGE 3..REcomended! !</span> <img src="http://myquran.org/forum/Smileys/default/wataww.gif" border="0" alt="Watawww" /></p>
<p><strong>11. Tipe pedagang: </strong><br />
contoh: <span style="color:#0000cc;">&#8220;jual sepatu bla bla bla&#8221;</span> <img src="http://myquran.org/forum/Smileys/default/hihi.gif" border="0" alt="Ngikik.." /></p>
<p><strong>12. Tipe penyuluh masyarakat:</strong><br />
contoh: <span style="color:#0000cc;">&#8220;jangan lupa dateng ke TPS, 5 menit utk 5 tahun bla..bla&#8221; </span> &lt;&lt; <em>yg ini tipe kang Idrus <img src="http://myquran.org/forum/Smileys/default/hihi.gif" border="0" alt="Ngikik.." /> <img src="http://myquran.org/forum/Smileys/default/peace.gif" border="0" alt="Peace ahhh!" /> kang&#8230;</em></p>
<p><strong>13. Pengguna Facebook Tipe Kaskuser </strong><br />
baru online <span style="color:#0000cc;">&#8216;PERTAMAXXXX GAN!&#8217;&#8230;. </span> &lt;&lt; <em>yg ini udah mewabah dikalangan myqers <img src="http://myquran.org/forum/Smileys/default/cheesy.gif" border="0" alt="Yiiihaaaa!" /></em><br />
5 menit lagi <span style="color:#0000cc;">&#8216;kalo berkenan cendolnya donk gannn&#8217;&#8230;. </span> &lt;&lt; <em>yg ini jg udah mewabah di myq</em> <img src="http://myquran.org/forum/Smileys/default/cheesy.gif" border="0" alt="Yiiihaaaa!" /><br />
1 jam lagi <span style="color:#0000cc;">&#8216;aduh sial gagal pertamax di trid sendiri&#8217;&#8230;&#8230;.</span><br />
beberapa jam lagi <span style="color:#0000cc;">&#8216;YES GW UDAH ISO2000&#8242;,</span> trus nawarin <span style="color:#0000cc;">&#8216;bagi2 cendol<br />
gratiss di kaskus ngerayain ISO &#8216;</span> kalo online pagi <span style="color:#0000cc;">&#8216;pagi2 enaknya<br />
ngaskus gan!&#8217;, &#8216;tidur telat bangun pagi2 nyalain komputer ngaskus lagi&#8217;</span></p>
<p><strong>14.Manusia Alay &#8230;(nggak jelas maunya apa).</strong><br />
Ada berbagai macam versi, dari tulisannya yang aneh, atau tulisannya<br />
biasa aja, hanya saja kosakata nya ga lazim..ato mungkin ada yg<br />
fusion&#8230;, biasanya ABG yg doyan begineehh..   Alay 1 : <span style="color:#0000cc;"> &#8220;DucH Gw4 5aYan9<br />
b6t s4ma Lo..7aNgaN tin69aL!n akYu ya B3!bh..!!&#8221;</span></p>
<p>Alay 2 : <span style="color:#0000cc;">&#8220;km mugh kog gag pernach ngabwarin aq lagee seech? kmuw maseeh saiangs sama aq gag seech sebenernywa?&#8221;</span></p>
<p>Alay 3 : <span style="color:#0000cc;">&#8220;Ouh mY 9oD..!! kYknY4w c gW k3ReNz 48ee5h d3ch..!!&#8221;</span> <img src="http://myquran.org/forum/Smileys/default/wataww.gif" border="0" alt="Watawww" /></p>
<p><em>(Khusus buat tipe ini, ga usah di baca juga gpp&#8230;) </em> <img src="http://myquran.org/forum/Smileys/default/hihi.gif" border="0" alt="Ngikik.." /></p>
<p><strong>15.Tipe Hidden Message </strong><br />
Tipe ini biasanya ga to the point, tapi tentunya punya niat biar orang<br />
yg dituju membaca nya..bagus2 kalo baca..kalo ngga? kelamaan nunggu,<br />
padahal langsung aja sms ya.. contoh : <span style="color:#0000cc;">&#8220;For you my M***, I can&#8217;t live without you..you are my bla bla bla..&#8221;, &#8220;Heh, cewe bajingan..ngapain lo deket2in co gw?! kyk ga laku aja lo..&#8221;</span> &lt;&lt;&lt; <em>(padahal ce tersebut ga jadi friend nya..mana bisa baca..)</em> <img src="http://myquran.org/forum/Smileys/default/cheesy.gif" border="0" alt="Yiiihaaaa!" /></p>
<p><strong>16.Tipe Misterius</strong><br />
Tipe yang biasanya bikin banyak orang bertanya tanya atas apa maksud<br />
dari status orang tersebut..Biasanya dalam suatu kalimat membutuhkan<br />
Subjek + Predikat + Objek + Keterangan.. Tapi orang tipe ini mungkin<br />
hanya mengambil beberapa atau malah hanya 1 saja&#8230;Dan pastinya<br />
mengundang kontroversi. . contoh : <span style="color:#0000cc;">&#8220;Sudahlah..&#8221;, &#8220;Telah berakhir..&#8221;</span> &lt;&lt;&lt; <em>(apanya??)</em>, <img src="http://myquran.org/forum/Smileys/default/cheesy.gif" border="0" alt="Yiiihaaaa!" /> <span style="color:#0000cc;">&#8220;Termenung&#8230;&#8221; </span></p>
<p>***************************************</p>
<p>Tipe yg manakah dirimu ? <img src="http://myquran.org/forum/Smileys/default/azn.gif" border="0" alt="*tuing!*" /></p>
<p>&#8212;-saduran dari humor di myquran.org&#8212;-</p>
Posted in Just For Refreshing  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/vimeylovely.wordpress.com/463/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/vimeylovely.wordpress.com/463/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/vimeylovely.wordpress.com/463/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/vimeylovely.wordpress.com/463/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/vimeylovely.wordpress.com/463/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/vimeylovely.wordpress.com/463/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/vimeylovely.wordpress.com/463/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/vimeylovely.wordpress.com/463/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/vimeylovely.wordpress.com/463/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/vimeylovely.wordpress.com/463/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vimeylovely.wordpress.com&blog=3131971&post=463&subd=vimeylovely&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vimeylovely.wordpress.com/2009/07/29/tipe-manusia-dilihat-dari-status-facebooknya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">vimey</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://vimeylovely.files.wordpress.com/2009/07/facebook.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">facebook</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://myquran.org/forum/Smileys/default/dubrak.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Gubraks!</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://myquran.org/forum/Smileys/default/grin.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Ngakak</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://myquran.org/forum/Smileys/default/dubrak.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Gubraks!</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://myquran.org/forum/Smileys/default/cheesy.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Yiiihaaaa!</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://myquran.org/forum/Smileys/default/hihi.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Ngikik..</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://myquran.org/forum/Smileys/default/wataww.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Watawww</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://myquran.org/forum/Smileys/default/hihi.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Ngikik..</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://myquran.org/forum/Smileys/default/hihi.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Ngikik..</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://myquran.org/forum/Smileys/default/peace.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Peace ahhh!</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://myquran.org/forum/Smileys/default/cheesy.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Yiiihaaaa!</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://myquran.org/forum/Smileys/default/cheesy.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Yiiihaaaa!</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://myquran.org/forum/Smileys/default/wataww.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Watawww</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://myquran.org/forum/Smileys/default/hihi.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Ngikik..</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://myquran.org/forum/Smileys/default/cheesy.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Yiiihaaaa!</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://myquran.org/forum/Smileys/default/cheesy.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Yiiihaaaa!</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://myquran.org/forum/Smileys/default/azn.gif" medium="image">
			<media:title type="html">*tuing!*</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Skenario Renungan</title>
		<link>http://vimeylovely.wordpress.com/2009/07/05/skenario-renungan/</link>
		<comments>http://vimeylovely.wordpress.com/2009/07/05/skenario-renungan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Jul 2009 16:33:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vimey</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tausiyah]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>
		<category><![CDATA[syukur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vimeylovely.wordpress.com/?p=451</guid>
		<description><![CDATA[4 Skenario

Skenario 1 
Andaikan kita sedang naik di dalam sebuah kereta ekonomi.
Karena tidak mendapatkan tempat duduk, kita berdiri di dalam gerbong
tersebut.
Suasana cukup ramai namun masih ada tempat bagi kita untuk menggoyang-goyangkan kaki.
Kita tidak menyadari handphone kita terjatuh.
Ada orang yang melihatnya, memungutnya dan langsung mengembalikannya kepada kita.
&#8220;Pak, handphone bapak barusan jatuh nih,&#8221; kata orang tersebut seraya
memberikan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vimeylovely.wordpress.com&blog=3131971&post=451&subd=vimeylovely&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong><img class="aligncenter size-medium wp-image-452" title="renungan" src="http://vimeylovely.files.wordpress.com/2009/07/renungan.jpg?w=300&#038;h=242" alt="renungan" width="300" height="242" />4 Skenario<br />
</strong><br />
<strong>Skenario 1 </strong></p>
<p>Andaikan kita sedang naik di dalam sebuah kereta ekonomi.<br />
Karena tidak mendapatkan tempat duduk, kita berdiri di dalam gerbong<br />
tersebut.<br />
Suasana cukup ramai namun masih ada tempat bagi kita untuk menggoyang-goyangkan kaki.<br />
Kita tidak menyadari handphone kita terjatuh.</p>
<p>Ada orang yang melihatnya, memungutnya dan langsung mengembalikannya kepada kita.</p>
<p>&#8220;Pak, handphone bapak barusan jatuh nih,&#8221; kata orang tersebut seraya<br />
memberikan handphone milik kita.</p>
<p>Apa yang akan kita lakukan kepada orang tersebut?<br />
Mungkin kita akan mengucapkan terima kasih dan berlalu begitu saja.<br />
<strong><br />
Skenario 2 </strong><br />
Sekarang kita beralih kepada skenario kedua.<br />
Handphone kita terjatuh dan ada orang yang melihatnya dan memungutnya.<br />
Orang itu tahu handphone itu milik kita tetapi tidak langsung memberikannya kepada kita.<br />
Hingga tiba saatnya kita akan turun dari kereta, kita baru menyadari<br />
handphone kita hilang.<br />
Sesaat sebelum kita turun dari kereta, orang itu ngembalikan handphone kita sambil berkata,<br />
&#8220;Pak, handphone bapak barusan jatuh nih.&#8221;</p>
<p>Apa yang akan kita lakukan kepada orang tersebut?<br />
Mungkin kita akan mengucapkan terima kasih juga kepada orang tersebut.</p>
<p>Rasa terima kasih yang kita berikan akan lebih besar daripada rasa terima kasih yang kita berikan pada orang di skenario pertama (orang yang langsung memberikan handphone itu kepada kita).<br />
Setelah itu mungkin kita akan langsung turun dari kereta.</p>
<p><strong>Skenario 3 </strong><br />
Marilah kita beralih kepada skenario ketiga.<br />
Pada skenario ini, kita tidak sadar handphone kita terjatuh, hingga kita<br />
menyadari handphone kita tidak ada di kantong kita saat kita sudah turun dari kereta.<br />
Kita pun panik dan segera menelepon ke nomor handphone kita, berharap ada orang baik yang menemukan handphone kita dan bersedia mengembalikannya kepada kita.<br />
Orang yang sejak tadi menemukan handphone kita (namun tidak memberikannya kepada kita) menjawab telepon kita.<br />
&#8220;Halo, selamat siang, Pak.  Saya pemilik handphone yang ada pada bapak sekarang,&#8221; kita mencoba bicara kepada orang yang sangat kita harapkan berbaik hati mengembalikan handphone itu kembali kepada kita.</p>
<p>Orang yang menemukan handphone kita berkata,<br />
&#8220;Oh, ini handphone bapak ya.  Oke deh, nanti saya akan turun di stasiun berikut.  Biar bapak ambil di sana nanti ya.&#8221;<br />
Dengan sedikit rasa lega dan penuh harapan, kita pun pergi ke stasiun<br />
berikut dan menemui &#8220;orang baik&#8221; tersebut.<br />
Orang itu pun memberikan handphone kita yang telah hilang.</p>
<p>Apa yang akan kita lakukan pada orang tersebut?<br />
Satu hal yang pasti, kita akan mengucapkan terima kasih, dan sepertinya akan lebih besar daripada rasa terima kasih kita pada skenario kedua bukan?<br />
Bukan tidak mungkin kali ini kita akan memberikan hadiah kecil kepada orang yang menemukan handphone kita tersebut.</p>
<p><strong>Skenario 4 </strong><br />
Terakhir, mari kita perhatikan skenario keempat.<br />
Pada skenario ini, kita tidak sadar handphone kita terjatuh, kita turun dari kereta dan menyadari bahwa handphone kita telah hilang, kita mencoba menelepon tetapi tidak ada yang mengangkat.<br />
Sampai akhirnya kita tiba di rumah.</p>
<p>Malam harinya, kita mencoba mengirimkan SMS :<br />
&#8220;Bapak / Ibu yang budiman.  Saya adalah pemilik handphone yang ada pada bapak / ibu sekarang.  Saya sangat mengharapkan kebaikan hati bapak / ibu untuk dapat mengembalikan handphone itu kepada saya.<br />
Saya akan memberikan imbalan sepantasnya. &#8220;<br />
SMS pun dikirim dan tidak ada balasan.  Kita sudah putus asa.<br />
Kita kembali mengingat betapa banyaknya data penting yang ada di dalam handphone kita.</p>
<p>Ada begitu banyak nomor telepon teman kita yang ikut hilang bersamanya.  Hingga akhirnya beberapa hari kemudian, orang yang menemukan handphone kita menjawab SMS kita, dan mengajak ketemuan untuk mengembalikan handphone tersebut.</p>
<p>Bagaimana kira-kira perasaan kita?<br />
Tentunya kita akan sangat senang dan segera pergi ke tempat yang diberikan oleh orang itu.<br />
Kita pun sampai di sana dan orang itu mengembalikan handphone kita.</p>
<p>Apa yang akan kita berikan kepada orang tersebut?<br />
Kita pasti akan mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepadanya, dan mungkin kita akan memberikannya hadiah (yang kemungkinan besar lebih berharga dibandingkan hadiah yang mungkin kita berikan di skenario ketiga).</p>
<p><strong>Moral </strong><br />
Apa yang kita dapatkan dari empat skenario cerita di atas?<br />
Pada keempat skenario tersebut, kita sama-sama kehilangan handphone, dan ada orang yang menemukannya.</p>
<p>Orang pertama menemukannya dan langsung mengembalikannya kepada kita.  Kita berikan dia ucapan terima kasih.</p>
<p>Orang kedua menemukannya dan memberikan kepada kita sesaat sebelum kita turun dari kereta.<br />
Kita berikan dia ucapan terima kasih yang lebih besar.</p>
<p>Orang ketiga menemukannya dan memberikan kepada kita setelah kita turun dari kereta.<br />
Kita berikan dia ucapan terima kasih ditambah dengan sedikit hadiah.</p>
<p>Orang keempat menemukannya, menyimpannya selama beberapa hari, setelah itu baru mengembalikannya kepada kita.<br />
Kita berikan dia ucapan terima kasih ditambah hadiah yang lebih besar.</p>
<p>Ada sebuah hal yang aneh di sini.<br />
Cobalah pikirkan, di antara keempat orang di atas, siapakah yang paling<br />
baik?<br />
Tentunya orang yang menemukannya dan langsung memberikannya kepada kita, bukan?</p>
<p>Dia adalah orang pada skenario pertama.<br />
Namun ironisnya, dialah yang mendapatkan reward paling sedikit di antara empat orang di atas.</p>
<p>Manakah orang yang paling tidak baik?<br />
Tentunya orang pada skenario keempat, karena dia telah membuat kita menunggu beberapa hari dan mungkin saja memanfaatkan handphone kita tersebut selama itu.<br />
Namun, ternyata dia adalah orang yang akan kita berikan reward paling besar.</p>
<p>Apa yang sebenarnya terjadi di sini?<br />
Kita memberikan reward kepada keempat orang tersebut secara tulus, tetapi orang yang seharusnya lebih baik dan lebih pantas mendapatkan banyak, kita berikan lebih sedikit.</p>
<p>OK, kenapa bisa begitu?<br />
Ini karena rasa kehilangan yang kita alami semakin bertambah di setiap<br />
skenario.<br />
Pada skenario pertama, kita belum berasa kehilangan karena kita belum sadar handphone kita jatuh, dan kita telah mendapatkannya kembali.</p>
<p>Pada skenario kedua, kita juga belum merasakan kehilangan karena saat itu kita belum sadar, tetapi kita membayangkan rasa kehilangan yang mungkin akan kita alami seandainya saat itu kita sudah turun dari kereta.</p>
<p>Pada skenario ketiga, kita sempat merasakan kehilangan, namun tidak lama kita mendapatkan kelegaan dan harapan kita akan mendapatkan handphone kita kembali.</p>
<p>Pada skenario keempat, kita sangat merasakan kehilangan itu.<br />
Kita mungkin berpikir untuk memberikan sesuatu yang besar kepada orang yang menemukan handphone kita, asalkan handphone itu bisa kembali kepada kita.<br />
Rasa kehilangan yang bertambah menyebabkan kita semakin menghargai handphone yang kita miliki.</p>
<p>Saat ini, adakah sesuatu yang kurang kita syukuri?<br />
Apakah itu berupa rumah, handphone, teman-teman, kesempatan berkuliah, kesempatan bekerja, atau suatu hal lain.<br />
Namun, apakah yang akan terjadi apabila segalanya hilang dari genggaman kita.<br />
Kita pasti akan merasakan kehilangan yang luar biasa.<br />
Saat itulah, kita baru dapat  mensyukuri segala sesuatu yang telah hilang tersebut.</p>
<p>Namun, apakah kita perlu merasakan kehilangan itu agar kita dapat bersyukur?</p>
<p>Sebaiknya tidak.</p>
<p>Syukurilah segala yang kita miliki, termasuk hidup kita, selagi itu masih<br />
ada.<br />
Jangan sampai kita menyesali karena tidak bersyukur ketika itu telah lenyap dari diri kita.<br />
Jangan pernah mengeluh dengan segala hal yang belum diperoleh.<br />
Bahagialah dengan segala hal yang telah diperoleh.<br />
Sesungguhnya, hidup ini berisikan banyak kebahagiaan.<br />
Bila kita mampu memandang dari sudut yang benar.</p>
<p>myquran.org</p>
Posted in Tausiyah  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/vimeylovely.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/vimeylovely.wordpress.com/451/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/vimeylovely.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/vimeylovely.wordpress.com/451/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/vimeylovely.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/vimeylovely.wordpress.com/451/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/vimeylovely.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/vimeylovely.wordpress.com/451/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/vimeylovely.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/vimeylovely.wordpress.com/451/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vimeylovely.wordpress.com&blog=3131971&post=451&subd=vimeylovely&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vimeylovely.wordpress.com/2009/07/05/skenario-renungan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">vimey</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://vimeylovely.files.wordpress.com/2009/07/renungan.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">renungan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kisah Seorang Santri</title>
		<link>http://vimeylovely.wordpress.com/2009/07/05/kisah-seorang-santri/</link>
		<comments>http://vimeylovely.wordpress.com/2009/07/05/kisah-seorang-santri/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Jul 2009 16:13:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vimey</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tausiyah]]></category>
		<category><![CDATA[santri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vimeylovely.wordpress.com/?p=447</guid>
		<description><![CDATA[Ada suatu kisah seorang santri yang menuntut ilmu pada seorang Kyai. Bertahun-tahun telah ia lewati hingga sampai pada suatu ujian terakhir. Ia menghadap Kyai untuk ujian tersebut.
“Hai Fulan, kau telah menempuh semua tahapan belajar dan tinggal satu ujian. Kalau kamu bisa menjawab berarti kamu lulus”, kata Kyai.
“Baik pak Kyai. Apa pertanyaannya?” “Kamu cari orang atau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vimeylovely.wordpress.com&blog=3131971&post=447&subd=vimeylovely&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="color:#000000;"><img class="alignleft size-medium wp-image-448" title="santriwati" src="http://vimeylovely.files.wordpress.com/2009/07/santriwati.gif?w=219&#038;h=300" alt="santriwati" width="219" height="300" />Ada suatu kisah seorang santri yang menuntut ilmu pada seorang Kyai. Bertahun-tahun telah ia lewati hingga sampai pada suatu ujian terakhir. Ia menghadap Kyai untuk ujian tersebut.</p>
<p>“Hai Fulan, kau telah menempuh semua tahapan belajar dan tinggal satu ujian. Kalau kamu bisa menjawab berarti kamu lulus”, kata Kyai.</p>
<p>“Baik pak Kyai. Apa pertanyaannya?” “Kamu cari orang atau makhluk yang lebih jelek dari kamu. Kamu aku beri waktu tiga hari”.</p>
<p>Akhirnya santri tersebut meninggalkan pondok untuk melaksanakan tugas dan mencari jawaban atas pertanyaan Kyainya.</p>
<p>Hari pertama, sang santri bertemu dengan si Polan pemabuk berat yang dapat dikatakan hampir tiap hari mabuk-mabukan. Santri berkata dalam hati, “inilah orang yang lebih jelek dari aku. Aku telah beribadah puluhan tahun sedang dia mabuk-mabukan terus”.<br />
Tetapi sesampai ia di rumah, timbul pikirannya. “Belum tentu, sekarang Polan mabuk-mabukan siapa tahu pada akhir hayatnya ALLAH memberi hidayah dan dia husnul khotimah. Dan aku sekarang baik, banyak ibadah tetapi pada akhir hayat dikehendaki suul khotimah. Bagaimana??? Dia belum tentu lebih jelek dari aku.</p>
<p>Hari kedua, santri jalan keluar rumah dan bertemu dengan seekor anjing yang menjijikkan rupanya. Sudah bulunya kusut, kudisan pula. Santri bergumam, “ketemu sekarang yang lebih jelek dari aku. Anjing ini sudah haram dimakan, kudisan, jelek lagi”.<br />
Santri gembira karena telah dapat jawaban atas pertanyaan gurunya. Waktu akan tidur sehabis Isya, dia merenung. “Anjing ini kalau mati, habis perkara dia. Dia tidak dimintai tanggung jawab atas perbuatannya oleh ALLAH. Sedangkan aku akan dimintai pertanggung jawaban yang sangat berat yang kalau aku berbuat dosa akan masuk neraka aku”. Aku tidak lebih baik dari anjing itu.</p>
<p>Hari ketiga akhirnya santri menghadap Kyai. Kyai bertanya, “sudah dapat jawabannya muridku?” “Sudah guru”, santri menjawab. “Ternyata orang yang paling jelek adalah saya guru”. Sang Kyai tersenyum, “kamu aku nyatakan lulus”.<br />
</span></p>
Posted in Tausiyah  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/vimeylovely.wordpress.com/447/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/vimeylovely.wordpress.com/447/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/vimeylovely.wordpress.com/447/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/vimeylovely.wordpress.com/447/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/vimeylovely.wordpress.com/447/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/vimeylovely.wordpress.com/447/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/vimeylovely.wordpress.com/447/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/vimeylovely.wordpress.com/447/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/vimeylovely.wordpress.com/447/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/vimeylovely.wordpress.com/447/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vimeylovely.wordpress.com&blog=3131971&post=447&subd=vimeylovely&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vimeylovely.wordpress.com/2009/07/05/kisah-seorang-santri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">vimey</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://vimeylovely.files.wordpress.com/2009/07/santriwati.gif?w=219" medium="image">
			<media:title type="html">santriwati</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Semangkuk Nasi Putih</title>
		<link>http://vimeylovely.wordpress.com/2009/07/05/semangkuk-nasi-putih/</link>
		<comments>http://vimeylovely.wordpress.com/2009/07/05/semangkuk-nasi-putih/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Jul 2009 15:46:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vimey</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tausiyah]]></category>
		<category><![CDATA[shodaqoh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vimeylovely.wordpress.com/?p=443</guid>
		<description><![CDATA[Pada sebuah senja dua puluh tahun yang lalu, terdapat seorang pemuda yang kelihatannya seperti seorang mahasiswa berjalan mondar mandir di depan sebuah rumah makan cepat saji di kota metropolitan, menunggu sampai tamu di restoran sudah agak sepi, dengan sifat yang segan dan malu-malu dia masuk ke dalam restoran tersebut. &#8220;Tolong sajikan saya semangkuk nasi putih.&#8221;
Dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vimeylovely.wordpress.com&blog=3131971&post=443&subd=vimeylovely&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft size-medium wp-image-444" title="nasiputih" src="http://vimeylovely.files.wordpress.com/2009/07/nasiputih.jpg?w=300&#038;h=208" alt="nasiputih" width="300" height="208" />Pada sebuah senja dua puluh tahun yang lalu, terdapat seorang pemuda yang kelihatannya seperti seorang mahasiswa berjalan mondar mandir di depan sebuah rumah makan cepat saji di kota metropolitan, menunggu sampai tamu di restoran sudah agak sepi, dengan sifat yang segan dan malu-malu dia masuk ke dalam restoran tersebut. &#8220;Tolong sajikan saya semangkuk nasi putih.&#8221;</p>
<p>Dengan kepala menunduk pemuda ini berkata kepada pemilik rumah makan. Sepasang suami istri muda pemilik rumah makan, memperhatikan pemuda ini hanya meminta semangkuk nasi putih dan tidak memesan lauk apapun, lalu menghidangkan semangkuk penuh nasi putih untuknya. Ketika pemuda ini menerima nasi putih dan sedang membayar berkata dengan pelan: &#8220;dapatkah menyiram sedikit kuah sayur diatas nasi saya.&#8221;</p>
<p>Istri pemilik rumah berkata sambil tersenyum: &#8220;Ambil saja apa yang engkau suka, tidak perlu bayar!&#8221;</p>
<p>Sebelum habis makan, pemuda ini berpikir : &#8220;kuah sayur gratis.&#8221; Lalu<br />
memesan semangkuk lagi nasi putih.<br />
&#8220;Semangkuk tidak cukup anak muda, kali ini saya akan berikan lebih banyak lagi nasinya.&#8221;</p>
<p>Dengan tersenyum ramah pemilik rumah makan berkata kepada pemuda ini.</p>
<p>&#8220;Bukan, saya akan membawa pulang, besok akan membawa ke sekolah sebagai makan siang saya!&#8221;</p>
<p>Mendengar perkataan pemuda ini, pemilik rumah makan berpikir pemuda ini tentu dari keluarga miskin diluar kota, demi menuntut ilmu datang kekota, mencari uang sendiri untuk sekolah, kesulitan dalam keuangan itu sudah pasti.</p>
<p>Berpikir sampai disitu pemilik rumah makan lalu menaruh sepotong daging dan sebutir telur disembunyikan dibawah nasi, kemudian membungkus nasi tersebut sepintas terlihat hanya sebungkus nasi putih saja dan memberikan kepada pemuda ini.</p>
<p>Melihat perbuatannya, istrinya mengetahui suaminya sedang membantu pemuda ini, hanya dia tidak mengerti, kenapa daging dan telur disembunyikan di bawah nasi ?</p>
<p>Suaminya kemudian membisik kepadanya: &#8220;Jika pemuda ini melihat kita menaruh lauk dinasinya dia tentu akan merasa bahwa kita bersedekah kepadanya, harga dirinya pasti akan tersinggung lain kali dia tidak akan datang lagi, jika dia ket empat lain hanya membeli semangkuk nasi putih, mana ada gizi untuk bersekolah.&#8221;</p>
<p>&#8220;Engkau sungguh baik hati, sudah menolong orang masih menjaga harga dirinya.&#8221;</p>
<p>&#8220;Jika saya tidak baik, apakah engkau akan menjadi istriku ?&#8221;</p>
<p>Sepasang suami istri muda ini merasa gembira dapat membantu orang lain. &#8220;Terima kasih, saya sudah selesai makan.&#8221; Pemuda ini pamit kepada mereka. Ketika dia mengambil bungkusan nasinya, dia membalikan badan melihat dengan pandangan mata berterima kasih kepada mereka.</p>
<p>&#8220;Besok singgah lagi, engkau harus tetap bersemangat!&#8221; katanya sambil<br />
melambaikan tangan, dalam perkataannya bermaksud mengundang pemuda ini besok jangan segan-segan datang lagi. Sepasang mata pemuda ini berkaca-kaca terharu, mulai saat itu setiap sore pemuda ini singgah kerumah makan mereka, sama seperti biasa setiap hari hanya memakan semangkuk nasi putih dan membawa pulang sebungkus untuk bekal keesokan hari.</p>
<p>Sudah pasti nasi yang dibawa pulang setiap hari terdapat lauk berbeda yang tersembunyi setiap hari, sampai pemuda ini tamat, selama 20 tahun pemuda ini tidak pernah muncul lagi. Pada suatu hari, ketika suami ini sudah berumur 50 tahun lebih, pemerintah melayangkan sebuah surat bahwa rumah makan mereka harus digusur, tiba-tiba kehilangan mata pencaharian dan mengingat anak mereka yang disekolahkan di luar negeri yang perlu biaya setiap bulan membuat suami istri ini berpelukan menangis dengan panik.</p>
<p>Pada saat ini masuk seorang pemuda yang memakai pakaian bermerek<br />
kelihatannya seperti direktur dari kantor bonafid.</p>
<p>&#8220;Apa kabar?, saya adalah wakil direktur dari sebuah perusahaan, saya<br />
diperintah oleh direktur kami mengundang kalian membuka kantin di<br />
perusahaan kami, perusahaan kami telah menyediakan semuanya kalian hanya perlu membawa koki dan keahlian kalian kesana, keuntungannya akan dibagi 2 dengan perusahaan.&#8221;</p>
<p>&#8220;Siapakah direktur diperusahaan kamu ?, mengapa begitu baik terhadap kami? saya tidak ingat mengenal seorang yang begitu mulia!&#8221; sepasang suami istri ini berkata dengan terheran.</p>
<p>&#8220;Kalian adalah penolong dan kawan baik direktur kami, direktur kami paling suka makan telur dan dendeng buatan kalian, hanya itu yang saya tahu, yang lain setelah kalian bertemu dengannya dapat bertanya kepadanya.&#8221; Akhirnya, pemuda yang hanya memakan semangkuk nasi putih ini muncul, setelah bersusah payah selama 20 tahun akhirnya pemuda ini dapat membangun kerajaaan bisnisnya dan sekarang menjadi seorang direktur yang sukses untuk kerajaan bisnisnya. Dia merasa kesuksesan pada saat ini adalah berkat bantuan sepasang suami istri ini, jika mereka tidak membantunya dia tidak mungkin akan dapat menyelesaikan kuliahnya dan menjadi sesukses sekarang. Setelah<br />
berbincang-bincang, suami istri ini pamit hendak meninggalkan kantornya. Pemuda ini berdiri dari kursi direkturnya dan dengan membungkuk dalam-dalam berkata kepada mereka: &#8220;bersemangat ya! di kemudian hari perusahaan tergantung kepada kalian, sampai bertemu besok!&#8221; Kebaikan hati dan balas budi selamanya dalam kehidupan manusia adalah suatu perbuatan indah dan yang paling mengharukan.</p>
<p>myquran.org</p>
Posted in Tausiyah  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/vimeylovely.wordpress.com/443/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/vimeylovely.wordpress.com/443/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/vimeylovely.wordpress.com/443/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/vimeylovely.wordpress.com/443/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/vimeylovely.wordpress.com/443/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/vimeylovely.wordpress.com/443/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/vimeylovely.wordpress.com/443/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/vimeylovely.wordpress.com/443/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/vimeylovely.wordpress.com/443/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/vimeylovely.wordpress.com/443/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vimeylovely.wordpress.com&blog=3131971&post=443&subd=vimeylovely&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vimeylovely.wordpress.com/2009/07/05/semangkuk-nasi-putih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">vimey</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://vimeylovely.files.wordpress.com/2009/07/nasiputih.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">nasiputih</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Air Mata Mutiara</title>
		<link>http://vimeylovely.wordpress.com/2009/07/05/air-mata-mutiara/</link>
		<comments>http://vimeylovely.wordpress.com/2009/07/05/air-mata-mutiara/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Jul 2009 15:24:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vimey</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tausiyah]]></category>
		<category><![CDATA[sabar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vimeylovely.wordpress.com/?p=436</guid>
		<description><![CDATA[Pada suatu hari seekor anak kerang di dasar laut mengadu dan mengeluh pada ibunya sebab sebutir pasir tajam memasuki tubuhnya yang merah dan lembek. &#8220;Anakku,&#8221; kata sang ibu sambil bercucuran air mata, &#8220;Tuhan tidak memberikan pada kita, bangsa kerang, sebuah tangan pun, sehingga Ibu tak bisa menolongmu.&#8221; Si ibu terdiam, sejenak, &#8220;Aku tahu bahwa itu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vimeylovely.wordpress.com&blog=3131971&post=436&subd=vimeylovely&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft size-medium wp-image-440" title="mutiara" src="http://vimeylovely.files.wordpress.com/2009/07/mutiara1.jpg?w=300&#038;h=267" alt="mutiara" width="300" height="267" />Pada suatu hari seekor anak kerang di dasar laut mengadu dan mengeluh pada ibunya sebab sebutir pasir tajam memasuki tubuhnya yang merah dan lembek. &#8220;Anakku,&#8221; kata sang ibu sambil bercucuran air mata, &#8220;Tuhan tidak memberikan pada kita, bangsa kerang, sebuah tangan pun, sehingga Ibu tak bisa menolongmu.&#8221; Si ibu terdiam, sejenak, &#8220;Aku tahu bahwa itu sakit anakku. Tetapi terimalah itu sebagai takdir alam. Kuatkan hatimu. Jangan terlalu lincah lagi. Kerahkan semangatmu melawan rasa ngilu dan nyeri yang menggigit. Balutlah pasir itu dengan getah perutmu. Hanya itu yang bisa kau perbuat&#8221;, kata ibunya dengan sendu dan lembut.</p>
<p>Anak kerang pun melakukan nasihat bundanya. Ada hasilnya, tetapi rasa sakit terkadang masih terasa. Kadang di tengah kesakitannya, ia meragukan nasihat ibunya. Dengan air mata ia bertahan, bertahun-tahun lamanya. Tetapi tanpa disadarinya sebutir mutiara mulai terbentuk dalam dagingnya. Makin lama makin halus. Rasa sakit pun makin berkurang. Dan semakin lama mutiaranya semakin besar. Rasa sakit menjadi terasa lebih wajar.</p>
<p>Akhirnya sesudah sekian tahun, sebutir mutiara besar, utuh mengkilap, dan berharga mahal pun terbentuk dengan sempurna. Penderitaannya berubah menjadi mutiara; air matanya berubah menjadi sangat berharga. Dirinya kini, sebagai hasil derita bertahun-tahun, lebih berharga daripada sejuta kerang lain yang cuma disantap orang sebagai kerang rebus di pinggir jalan.</p>
<p>Cerita di atas adalah sebuah paradigma yg menjelaskan bahwa penderitaan adalah lorong transendental untuk menjadikan &#8220;kerang biasa&#8221; menjadi &#8220;kerang luar biasa&#8221;.</p>
<p>Karena itu dapat dipertegas bahwa kekecewaan dan penderitaan dapat mengubah &#8220;orang biasa&#8221; menjadi &#8220;orang luar biasa&#8221;.</p>
<p>Banyak orang yang mundur saat berada di lorong transendental tersebut, karena mereka tidak tahan dengan cobaan yang mereka alami. Ada dua pilihan sebenarnya yang bisa mereka masuki: menjadi `kerang biasa&#8217; yang disantap orang atau menjadi `kerang yang menghasilkan mutiara&#8217;. Sayangnya, lebih banyak orang yang mengambil pilihan pertama, sehingga tidak mengherankan bila jumlah orang yang sukses lebih sedikit dari orang yang `biasa-biasa saja&#8217;.</p>
<p>Mungkin saat ini kita sedang mengalami penolakan, kekecewaan, patah hati, atau terluka karena orang-orang di sekitar Anda. Cobalah untuk tetap tersenyum dan tetap berjalan di lorong tersebut, dan sambil katakan di dalam hati Anda &#8220;Airmataku diperhitungkan Tuhan.. dan penderitaanku ini akan mengubah diriku menjadi mutiara.&#8221; Semoga&#8230;&#8230;..</p>
<p>myquran.org</p>
Posted in Tausiyah  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/vimeylovely.wordpress.com/436/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/vimeylovely.wordpress.com/436/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/vimeylovely.wordpress.com/436/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/vimeylovely.wordpress.com/436/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/vimeylovely.wordpress.com/436/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/vimeylovely.wordpress.com/436/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/vimeylovely.wordpress.com/436/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/vimeylovely.wordpress.com/436/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/vimeylovely.wordpress.com/436/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/vimeylovely.wordpress.com/436/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vimeylovely.wordpress.com&blog=3131971&post=436&subd=vimeylovely&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vimeylovely.wordpress.com/2009/07/05/air-mata-mutiara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">vimey</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://vimeylovely.files.wordpress.com/2009/07/mutiara1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">mutiara</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kisah Pohon Apel</title>
		<link>http://vimeylovely.wordpress.com/2009/07/05/kisah-pohon-apel/</link>
		<comments>http://vimeylovely.wordpress.com/2009/07/05/kisah-pohon-apel/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Jul 2009 15:20:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vimey</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tausiyah]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[orang tua]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vimeylovely.wordpress.com/?p=433</guid>
		<description><![CDATA[Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari.
Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya.
Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu.
Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu.
Waktu terus berlalu.
Anak lelaki itu kini telah tumbuh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vimeylovely.wordpress.com&blog=3131971&post=433&subd=vimeylovely&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft size-full wp-image-434" title="pohon apel" src="http://vimeylovely.files.wordpress.com/2009/07/pohon-apel.jpg?w=250&#038;h=217" alt="pohon apel" width="250" height="217" />Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari.<br />
Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya.<br />
Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu.<br />
Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu.<br />
Waktu terus berlalu.<br />
Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya.<br />
Suatu hari ia mendatangi pohon apel.<br />
Wajahnya tampak sedih.<br />
&#8220;Ayo ke sini bermain-main lagi denganku,&#8221; pinta pohon apel itu.<br />
&#8220;Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi,&#8221; jawab anak lelaki itu.<br />
&#8220;Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya.&#8221;</p>
<p>Pohon apel itu menyahut, &#8220;Duh, maaf aku pun tak punya uang&#8230; tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu.&#8221;</p>
<p>Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita.<br />
Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi. Pohon apel itu kembali sedih.</p>
<p>Suatu hari anak lelaki itu datang lagi.</p>
<p>Pohon apel sangat senang melihatnya datang.<br />
&#8220;Ayo bermain-main denganku lagi,&#8221; kata pohon apel.<br />
&#8220;Aku tak punya waktu,&#8221; jawab anak lelaki itu.<br />
&#8220;Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongku?&#8221;<br />
&#8220;Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah. Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu,&#8221; kata pohon apel.<br />
Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira.</p>
<p>Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi.</p>
<p>Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih.</p>
<p>Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi.<br />
Pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya.</p>
<p>&#8220;Ayo bermain-main lagi deganku,&#8221; kata pohon apel.</p>
<p>&#8220;Aku sedih,&#8221; kata anak lelaki itu.</p>
<p>&#8220;Aku sudah tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?&#8221;<br />
&#8220;Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah.&#8221;</p>
<p>Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal yang diidamkannya.</p>
<p>Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon apel itu.</p>
<p>Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian.</p>
<p>&#8220;Maaf anakku,&#8221; kata pohon apel itu. &#8220;Aku sudah tak memiliki buah apel lagi untukmu.&#8221;<br />
&#8220;Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu,&#8221; jawab anak lelaki itu.<br />
&#8220;Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat,&#8221; kata pohon apel.<br />
&#8220;Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu,&#8221; jawab anak lelaki itu.</p>
<p>&#8220;Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu. Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini,&#8221; kata pohon apel itu sambil menitikkan air mata.<br />
&#8220;Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang,&#8221; kata anak lelaki.<br />
&#8220;Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah sekian lama meninggalkanmu.&#8221;<br />
&#8220;Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari, marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang.&#8221;<br />
Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon.<br />
Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya.</p>
<p>Ini adalah cerita tentang kita semua.<br />
Pohon apel itu adalah orang tua kita.<br />
Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita.<br />
Ketika kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka, dan hanya datang ketika kita memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan.</p>
<p>Tak peduli apa pun, orang tua kita akan selalu ada di sana untuk memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk membuat kita bahagia.<br />
Anda mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah bertindak sangat kasar pada pohon itu, tetapi begitulah cara kita memperlakukan orang tua kita.</p>
<p>Dan,  yang terpenting: cintailah orang tua kita.<br />
Sampaikan pada orang tua kita sekarang, betapa kita mencintainya; dan berterima kasih atas seluruh hidup yang telah dan akan diberikannya pada kita.</p>
Posted in Tausiyah  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/vimeylovely.wordpress.com/433/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/vimeylovely.wordpress.com/433/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/vimeylovely.wordpress.com/433/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/vimeylovely.wordpress.com/433/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/vimeylovely.wordpress.com/433/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/vimeylovely.wordpress.com/433/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/vimeylovely.wordpress.com/433/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/vimeylovely.wordpress.com/433/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/vimeylovely.wordpress.com/433/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/vimeylovely.wordpress.com/433/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vimeylovely.wordpress.com&blog=3131971&post=433&subd=vimeylovely&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vimeylovely.wordpress.com/2009/07/05/kisah-pohon-apel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">vimey</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://vimeylovely.files.wordpress.com/2009/07/pohon-apel.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pohon apel</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Musafir Walimahan</title>
		<link>http://vimeylovely.wordpress.com/2009/07/05/musafir-walimahan/</link>
		<comments>http://vimeylovely.wordpress.com/2009/07/05/musafir-walimahan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Jul 2009 15:20:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vimey</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daily Fresh]]></category>
		<category><![CDATA[puisi]]></category>
		<category><![CDATA[walimah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vimeylovely.wordpress.com/?p=428</guid>
		<description><![CDATA[
Minggu pagi itu&#8230;
jauh hari ku sambut suka cita
meski fakta berkata beda
sedikit kecewa tersirat di jiwa
Saat mesin beroda 4 ini mulai melaju
ku lantunkan do&#8217;a penghantar musafirku
ku buka jendela kacaku
ku biarkan cahaya matahari pagi memasuki ruang
ku biarkan angin pagi menyapu wajahku
ku biarkan jilbab putih ini berkibar sesuka arah yang ia mau
ku nikmati musafir pagi itu
Dari arah pandang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vimeylovely.wordpress.com&blog=3131971&post=428&subd=vimeylovely&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="aligncenter size-medium wp-image-427" title="walimah" src="http://vimeylovely.files.wordpress.com/2009/07/walimah.jpg?w=300&#038;h=225" alt="walimah" width="300" height="225" /></p>
<p>Minggu pagi itu&#8230;<br />
jauh hari ku sambut suka cita<br />
meski fakta berkata beda<br />
sedikit kecewa tersirat di jiwa</p>
<p>Saat mesin beroda 4 ini mulai melaju<br />
ku lantunkan do&#8217;a penghantar musafirku<br />
ku buka jendela kacaku<br />
ku biarkan cahaya matahari pagi memasuki ruang<br />
ku biarkan angin pagi menyapu wajahku<br />
ku biarkan jilbab putih ini berkibar sesuka arah yang ia mau<br />
ku nikmati musafir pagi itu</p>
<p>Dari arah pandang jam satu ku<br />
ku lihat sebuah gunung tinggi menjulang<br />
mengisyaratkan sedikit kesejukan<br />
di tengah hiruk pikuk kemacetan kota</p>
<p>Tak sadar,<br />
alunan lagu religi Kebesaran-Mu<br />
melantun syahdu dari handphone adikku<br />
yang secara tak sadar pula<br />
sedikit memaksa memoriku untuk mengingat kembali<br />
sebuah cerita di masa laluku</p>
<p>Terbebas dari penjara kemacetan<br />
membuat angin segar menyapaku kembali<br />
mengantarku hingga memasuki sebuah kecamatan<br />
di kota pasuruan<br />
dalam menghadiri sebuah undangan walimahan.</p>
<p style="text-align:right;"><strong>Dalam perjalananku di 10 mei 2009</strong></p>
Posted in Daily Fresh  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/vimeylovely.wordpress.com/428/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/vimeylovely.wordpress.com/428/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/vimeylovely.wordpress.com/428/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/vimeylovely.wordpress.com/428/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/vimeylovely.wordpress.com/428/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/vimeylovely.wordpress.com/428/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/vimeylovely.wordpress.com/428/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/vimeylovely.wordpress.com/428/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/vimeylovely.wordpress.com/428/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/vimeylovely.wordpress.com/428/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vimeylovely.wordpress.com&blog=3131971&post=428&subd=vimeylovely&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vimeylovely.wordpress.com/2009/07/05/musafir-walimahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">vimey</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://vimeylovely.files.wordpress.com/2009/07/walimah.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">walimah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Empat Ratus Rupiah</title>
		<link>http://vimeylovely.wordpress.com/2009/07/05/empat-ratus-rupiah/</link>
		<comments>http://vimeylovely.wordpress.com/2009/07/05/empat-ratus-rupiah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Jul 2009 15:11:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vimey</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>
		<category><![CDATA[shodaqoh]]></category>
		<category><![CDATA[Tausiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vimeylovely.wordpress.com/?p=429</guid>
		<description><![CDATA[
Minggu pagi yang cerah. Hari ini aku berniat memasak buat suami dan anakku, mumpung hari libur. Maklum, tidak setiap hari aku sempat memasak karena aku juga bekerja. Setelah mandi dan berganti baju akupun berpamitan pada suamiku.
”Hati-hati, jalanan ramai…oya, jangan lupa belikan telur puyuh buat Naufal” pesannya seraya mengeluarkan motor yang akan kupakai. Aku mengangguk mengiyakan. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vimeylovely.wordpress.com&blog=3131971&post=429&subd=vimeylovely&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="aligncenter size-medium wp-image-430" title="Empat ratus" src="http://vimeylovely.files.wordpress.com/2009/07/empat-ratus.jpg?w=295&#038;h=300" alt="Empat ratus" width="295" height="300" /></p>
<p>Minggu pagi yang cerah. Hari ini aku berniat memasak buat suami dan anakku, mumpung hari libur. Maklum, tidak setiap hari aku sempat memasak karena aku juga bekerja. Setelah mandi dan berganti baju akupun berpamitan pada suamiku.</p>
<p>”Hati-hati, jalanan ramai…oya, jangan lupa belikan telur puyuh buat Naufal” pesannya seraya mengeluarkan motor yang akan kupakai. Aku mengangguk mengiyakan. Kulihat dikamar Naufal anakku semata wayang masih tertidur pulas. Mungkin dia kelelahan karena semalam kuajak silaturahmi ke rumah famili hingga larut malam. Segera kupacu motor menuju pasar tradisional yang berjarak 2 km dari rumahku.</p>
<p>Tiba disana ternyata pasar telah ramai pengunjung,padahal hari belum terlalu siang. Aku segera memarkir motorku, kulihat area parkir telah terisi separuhnya. Di dalam pasar suasana hiruk pikuk pedagang dan pengunjung bercampur menjadi satu. Saling tawar menawar harga, dan sesekali juga terdengar suara tangis anak-anak entah berasal dari sebelah mana. Aku mulai memilih sayuran yang akan kumasak nanti.</p>
<p>”Masak sup ayam aja,dikasih telur puyuh Naufal pasti suka” usul suamiku waktu kutawarkan mau masak apa hari ini.Ya,Naufal memang paling suka telur puyuh.Terbayang betapa lahapnya nanti saat dia menyantap masakan yang kubuatkan.</p>
<p>*****</p>
<p>Tak terasa hampir setengah jam aku berada didalam pasar,tas belanjaku juga hampir penuh.Rasanya sudah cukup,sayur-sayuran sudah terbeli semua,buah jeruk kesukaan suamiku juga sudah kubeli.Aku memutuskan untuk segera pulang,apalagi Naufal tidak kuajak,jika dia bangun pasti mencariku.Bergegas aku menuju tempat parkir mengambil motorku.Sedang sibuk aku menata barang belanjaku,kudengar suara seseorang memanggil.</p>
<p>“Mbak…!” teriaknya sambil berjalan kearahku.Aku mengerutkan keningku,wanita itu sepertinya aku tadi melihatnya,tapi siapa ya?aku sibuk mengira-ngira.Sementara dia telah tiba didepanku dengan nafas yang masih sedikit terengah-engah.</p>
<p>”Mbak,tadi uang kembaliannya belum” katanya sambil mengulurkan empat keping ratusan rupiah.<br />
Aku jadi ingat,wanita setengah baya didepanku ini adalah penjual sayuran yang aku beli tadi.Karena buru-buru aku lupa menerima uang kembalian darinya.</p>
<p>Jika kuingat-ingat,cukup lama jarak waktu antara aku membeli sayurannya dengan dia memberikan uang kembalian itu.Mungkin selama itu pula dia berkeliling pasar mencariku hingga akhirnya menemukan aku di tempat parkir ini.Mungkin juga dagangannya dia tinggalkan begitu saja yang berarti diapun kehilangan beberapa orang pembeli karena dia tidak ada ditempatnya.</p>
<p>.Aku jadi merasa bersalah.</p>
<p>”Maaf Bu,saya telah merepotkan.Sebenarnya ibu tidak perlu mencari saya,uang itu bisa ibu ambil buat ibu” kataku akhirnya.</p>
<p>”Nggak Mbak,ini uang mbak…..saya wajib mengembalikannya” katanya sambil menyelipkan uang itu dalam genggamanku.</p>
<p>”Sudah Mbak,saya mau jualan lagi…” pamitnya seraya buru-buru melangkahkan kaki menuju ke dalam pasar.</p>
<p>Sebentar kemudian wanita itu telah hilang dari pandanganku,menyelinap diantara orang-orang yang berada didalam pasar.Tinggallah aku termangu memandangi uang yang ada dalam genggaman tanganku.</p>
<p>Ya,empat ratus rupiah…hanya senilai itu.Tapi dengan tulusnya dia rela bersusah payah mencariku,dia juga rela kehilangan pembeli,hanya untuk mengembalikan sesuatu yang ia merasa bukan haknya untuk memilikinya.Padahal jika tidak dikembalikan akupun mengikhlaskannya.</p>
<p>Aku membayangkan,seandainya aku menjadi ibu itu apakah aku mau bersusah payah dan rela kehilangan pembeli hanya untuk mengembalikan uang sebesar empat ratus rupiah.Belum tentu aku mau melakukannya,mungkin aku masih perlu berpikir lama untuk melakukannya.</p>
<p>Bukan nilai uang itu yang menjadi perhatianku,tapi niat baik yang dimiliki ibu itu.Apalah arti empat ratus rupiah,untuk membayar uang parkirpun masih kurang seratus rupiah.Tapi kejujuran dan ketulusan yang dimilikinya menjadi sebuah pelajaran berarti bagiku.Bahwa sekecil apapun nilainya jika memang bukan milik kita,sudah seharusnya kita kembalikan kepada yang memilikinya.</p>
<p>Duh ibu…betapa mulia hatimu,aku salut dan terharu dengan kejujuranmu.Semoga Allah senantiasa melapangkan rizkimu,melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepadamu.Dan semoga pula aku bisa menanamkan nilai-nilai kejujuran kepada buah hati kecilku kelak.Amiin…</p>
<p>* * * * *<br />
sumber: dudung.net</p>
Posted in Tak Berkategori  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/vimeylovely.wordpress.com/429/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/vimeylovely.wordpress.com/429/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/vimeylovely.wordpress.com/429/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/vimeylovely.wordpress.com/429/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/vimeylovely.wordpress.com/429/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/vimeylovely.wordpress.com/429/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/vimeylovely.wordpress.com/429/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/vimeylovely.wordpress.com/429/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/vimeylovely.wordpress.com/429/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/vimeylovely.wordpress.com/429/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vimeylovely.wordpress.com&blog=3131971&post=429&subd=vimeylovely&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vimeylovely.wordpress.com/2009/07/05/empat-ratus-rupiah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">vimey</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://vimeylovely.files.wordpress.com/2009/07/empat-ratus.jpg?w=295" medium="image">
			<media:title type="html">Empat ratus</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>