Oleh: vimey | 5 Juli 2009

Perempuan Kaya dan Tukang Becak

Di Klaten, Jawa Tengah, ada seorang tukang becak miskin tapi suka bershodaqoh. Meskipun miskin, ia tidak mau kemiskinannya membuatnya terhalang untuk bershodaqoh.

Shodaqoh yang dilakukannya ini tergolong cukup unik, yaitu dengan menggratiskan penumpangnya setiap hari Jum’at.

Pada suatu hari, datanglah seorang penumpang perempuan menghampiri tukang becak yang shaleh tersebut. Rupanya penumpang itu datang dari kota yang sangat jauh. Penumpang tersebut orang kaya kalau diliat dari cara berpakaian dan asesorisnya. Ia tidak bertanya berapa ongkosnya apalagi menawar kepadanya. Ia langsung naik saja.

Setelah sampai ditempat tujuan, penumpang itu memberikan uang jasa kepada tukang becak itu, tapi malah ditolaknya secara halus.

“Maaf, saya telah berjanji pada diri saya jika hari Jum’at saya akan menggratiskan semua penumpang saya. Saya selalu berusaha memegang kuat janji itu,”

Setelah tukang becak pergi, penumpang itu diam. Dia kecewa karena uangnya tidak diterimanya. Perempuan itu malah penasaran,” Saya akan buktikan pada hari Jum’at mendatang, saya penasaran, saya akan naik becaknya lagi. Apakah pada hari Jum’at besok ia masih tidak mau menerimanya uang jasa ataukah menerimanya??” demikian kata hati si perempuan tadi.

Setelah naik becaknya lagi pada hari Jum’at berikutnya, perempuan itu mencoba kembali memberi imbalan jasa, Tapi si tukang becak tetap tidak mau menerimanya.

Si Perempuan itu disadarkan oleh perilaku tukang becak dermawan itu. Ia menyadari atas kekeliruan dan kelalaian dirinya yang selalu egois dan tidak pernah memikirkan orang lain apalagi melakukan shodaqoh. Penumpang itu lalu memintanya agar diantarkan kerumah tukang becak itu. Ia ingin sekali mengenal lebih jauh keluarganya.

Setelah sampai dirumah tukang becak ini, perempuan itu disambut dengan hangat. Rumahnya sangat sederhana. Istrinya terlihat sangat terampil melayani tamunya. Tanda keshalehan tampak dari wajahnya, dalam caranya bertutur kata dan menghormati tamu. Sebelum pulang, si penumpang kaya raya tadi berkata kepada si tukang becak.

“Kebiasaan shodaqoh bapak telah menyadarkan sikap saya selama ini yang sangat egois. Hidup saya hanya saya habiskan untuk mengais harta tanpa sedikitpun memikirkan nasib orang lain yang membutuhkan. dan akhirnya, kini saya sadar tetang arti hidup ini dari mana dan kemana kita akan menuju.

“Sebagai tanda syukur kepada Alloh SWT, dan rasa terima kasih saya kepada Bapak, maka ijinkan saya bapak sekeluarga untuk naik haji bersama saya dan keluarga saya.

Dengan tertegun dan seperti tidak percaya dengan apa yang baru didengarnya, si tukang becak tadi menitikan air mata tanda rasa syukur, rupanya doa-doanya selama ini juga masih didengar oleh Alloh SWT, doa yang selalu dipanjatkan walaupun secara nalar tidak bisa seorang seperti dirinya bisa menabung untuk berhaji,, “butuh berapa lama saya dapat mempunyai uang untuk dapat ke tanah suci???, untuk makan sehari-hari saja saya masih sulit..??”. Tapi doa seorang hamba sahaja ini rupanya sama dengan doa orang lain, entah kaya raya atapun pengusaha. Manusia didepan Alloh sama tidak ada bedanya, hanya manusia itu sendiri yang mengelompokan-ngelompokan. “Terima kasih ya Alloh,, Engkau tidak pernah tidur.

myquran.org

Assalamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh

Tak sengaja ketika membaca-baca bab artikel di situs myquran.org, ku menemukan suatu bacaan yang tak sedikit turut menyindir diri ini. Tak jarang tingkah seperti yang tersuratkan di dalamnya masih sering ku lakukan dalam kehidupan. Apalagi di layar televisi saat ini, dari pagi hari, siang, bahkan saat di tengah adzan maghrib berkumandang, acara-acara musik semakin semarak saja. Tak luput juga dari peran serta para grup band yang semakin banyak bermunculan tak terhingga jumlahnya. Berkaca dari suatu hadist yang mengatakan bahwa

Setiap dari kamu adalah pemimpin dan setiap kamu akan dimintai pertanggung jawabannya atas apa yang dipimpinnya”( Bukhori ;893)

dari hadist tersebut jelas dikatakan bahwa yang menjadi pemimpin diri kita adalah diri kita sendiri. Dan setiap apa yang kita lakukan akan dimintai pertanggungjawabannya dia hadapan Allah SWT kelak. Yah, semoga saja dengan adanya artikel ini dapat menjadi penuntun yang dapat membimbing kita dalam meringankan serta menunjukkan kita pada kebenaran. semoga hal ini juga turut menjadi cambukan bagi diriku sendiri untuk lebih memperbaiki diri. Aamiiin…

Penyusun: Ummu Rumman
Muraja’ah: Ustadz Abu Salman

Suatu ketika seorang akhowat tengah duduk bersama beberapa temannya mengerjakan tugas kuliah. Tak jauh dari mereka, duduk pula seorang teman. Sepertinya ia sedang menunggu kedatangan seseorang. Sang akhowat terheran-heran melihat temannya. Telah satu jam lebih ia duduk tanpa melakukan apapun kecuali ia tampak berkonsentrasi penuh menghafalkan sesuatu yang tertulis dalam kertas yang dipegangnya. Ketika rasa ingin tahunya tak terbendung lagi akhowat tersebut pun bertanya, apakah gerangan yang ia hafalkan? apakah yang tertulis dalam kertas tersebut? Betapa kagetnya ketika ia dapati isi kertas tersebut adalah syair lagu-lagu (musik). Astagfirullah… wal ‘iyyadzubillahi min dzalik.

Ya ukhty, betapa melekatnya musik di kehidupan umat muslim saat ini. Di mana pun, kapan pun, bahkan saat kondisi apapun musik tidak terlepas dari mereka. Ada pendapat yang mengatakan bahwa sesungguhnya musik membantu proses belajar. Orang yang belajar dengan diiringi musik, maka ilmu itu akan lebih mudah terpatri di dalam dirinya. Sebagian lagi menganjurkan kepada wanita yang sedang hamil untuk secara rutin memperdengarkan musik klasik pada usia kehamilan tertentu untuk membantu perkembangan pertumbuhan otak sang jabang bayi. Dan pendapat yang tak kalah jahil adalah perkataan yang menyebutkan bahwa orang-orang yang tidak menyukai musik adalah orang yang kasar hatinya. Subhanallah… Maha suci Allah dari segala apa yang mereka tuduhkan…


Hukum Musik dan Lagu

Allah Ta’ala telah berfirman, “Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan.” (QS. Luqman: 6) Sebagian besar mufassir (Ulama Ahli Tafsir -ed) berkomentar, yang dimaksud dengan “perkataan yang tidak berguna” dalam ayat tersebut adalah nyanyian. Hasan Al Basri berkata, “Ayat itu turun dalam masalah musik dan lagu.”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kelak akan ada dari umatku beberapa kaum yang menghalalkan zina, sutera, minuman keras dan musik.” (HR. Bukhari dan Abu Dawud). Maksudnya adalah akan datang pada suatu masa di mana beberapa golongan dari umat Islam mempercayai bahwa zina, memakai sutera asli, minum minuman keras dan musik hukumnya halal, padahal semua itu adalah haram. Imam Syafi’i dalam kitab Al Qodho’ berkata, “Nyanyian adalah kesia-siaan yang dibenci, bahkan menyerupai perkara batil. Barangsiapa memperbanyak nyanyian maka dia adalah orang yang dungu, kesaksiannya tidak dapat diterima.”

Ya ukhty, telah jelas haramnya musik dan nyanyian. Maka janganlah engkau menjadi ragu hanya karena banyaknya orang yang menganggap bahwa musik itu halal. “Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).” (QS. Al-An’am: 116)

Adapun orang-orang yang menyatakan tentang halalnya musik maupun mengatakan tentang berbagai manfaat musik, maka cukuplah kita katakana kepada mereka, apakah engkau mengaku lebih mengetahui kebenaran dan kebaikan daripada Allah dan Rasul-Nya ?

Bingkisan Istimewa untuk Saudariku agar Bersegera Meninggalkan Musik dan Lagu

Ya ukhty, salah satu tanda syukurmu atas nikmat yang diberikan oleh Allah adalah engkau menggunakan nikmat-Nya untuk beribadah kepada-Nya. Serta engkau tidak menggunakan nikmat-Nya untuk bermaksiat kepada-Nya. Ingatlah bahwa tidak ada sesuatu pun nikmat pada dirimu melainkan nikmat itu berasal dari Allah. Maka janganlah engkau gunakan nikmat-nikmat Allah itu untuk sesuatu hal yang tiada berguna terlebih lagi dengan perkara yang telah jelas keharamannya.

Ukhty, engkau telah mengetahui bahwa biasanya kesudahan hidup seseorang itu pertanda dari apa yang dilakukannya selama di dunia, lahir dan batin. Dan diantara tanda seseorang itu husnul khotimah atau su’ul khotimah adalah ucapan yang sering ia ucapkan di akhir hayatnya. Karena itu, demi Allah! Janganlah engkau menganggap remeh masalah musik ini. Engkau mungkin mengatakan, “Ah, aku hanya mendengarnya sekali dua kali saja. aku mendengarnya hanya untuk mengisi waktu senggang atau ketika bosan. Kupikir itu tidak akan berpengaruh pada diriku.” Tahukah engkau ukhty, sesungguhnya pelaku maksiat itu terbiasa karena ia mengizinkan satu dua kali tindakan maksiat. Meskipun hanya sekali dua kali, itu tetaplah maksiat dan bisa mendatangkan murka Allah.

Sekali engkau mendengar atau menyanyikannya, maka sebuah noktah telah kau torehkan pada hatimu. Dan karena telah sekali engkau terlena, engkau pun cenderung melakukannya lagi sehingga makin sulit engkau berlepas diri dari musik dan nyanyian. Dan ketika musik telah menjadi kebiasaan, sungguh dikhawatirkan ia akan menjadi kebiasaan hingga akhir hidup. Betapa sering telinga ini mendengar kisah tentang orang-orang yang mengakhiri hidupnya dengan lantunan musik dan lagu. Mereka tidak bisa mengucapkan syahadat Laailaha illallaah, meski dengan terbata-bata. Justru lantunan musik yang terdengar dari lisan mereka – Na’udzubillahi min dzalik. Meski mungkin mereka pun menginginkan untuk mengucapkan kalimat syahadat, tetapi tenyata lisan mereka terasa ‘berat’ dan telah terlanjur terbiasa dengan musik.

Ukhty, kita memohon pada Allah kesudahan hidup yang baik. Meninggal sebagai muwahid dan syahadat Laailaha illallaah sebagai penutup hidup kita. Aamiin…

Oleh: vimey | 5 Juli 2009

Shalat Isya di Awal atau di Akhirkan??

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : “Manakah waktu yang paling afdhal untuk melaksanakan shalat ? Apakah shalat diawal waktu itu lebih afdhal ?

Jawaban.
Melaksanakan shalat sesuai dengan waktu yang ditentukan oleh syar’i adalah lebih sempurna oleh karena itu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda ketika menjawab pertanyaan yang dilontarkan kepadanya : ‘ Amalan apakah yang paling dicintai Allah ? Beliau menjawab : Shalat tepat pada waktunya’ [1]

Beliau tidak menjawab (shalat pada awal waktu) dikarenakan shalat lima waktu ada sunnah untuk didahulukan pelaksanaannya dan ada yang sunnah untuk diakhirkan. Misalnya shalat isya’, sunnah untuk mengakhirkan pelaksanaannya sampai sepertiga malam, maka apabila seorang wanita bertanya mana yang lebih afdhal bagi saya, saya shalat isya’ ketika adzan isya’ atau mengakhirkan shalat isya’ sepertiga malam ? Jawabannya : Yang lebih afdhal kalau dia mengakhirkan shalat isya’ sampai sepertiga malam, karena pada suatu malam Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengakhirkan shalat isya’ sehingga para shahabat berkata : ‘Wahai Rasulullah, para wanita dan anak-anak telah tidur, lalu beliau keluar dan shalat bersama mereka kemudian bersabda : Sesungguhnya inilah waktu yang paling tepat (untuk shalat isya’) kalaulah tidak memberatkan umatku’. [2]

Demikian pula dianjurkan bagi para laki-laki muslimin yaitu laki-laki yang mengalami kesulitan di saat bepergian mereka berkata : Kami akhirkan shalat atau kami dahulukan ? Kita jawab : Yang lebih afdhal hendaknya mereka mengakhirkan.

Demikian pula kalau sekelompok orang mengadakan piknik dan waktu isya’ telah tiba, maka yang lebih afdhal melaksanakan shalat isya’ pada waktunya atau mengakhrikannya ? Kita menjawab : ‘Yang paling afdhal hendaklah mereka mengakhirkan shalat isya’ kecuali kalau mengakhirkannya mendapat kesulitan, maka shalat subuh, dhuhur, ashar, maghrib, hendaknya dikerjakan pada waktunya kecuali ada sebab-sebab tertentu.

Adapun shalat fardhu selain shalat isya’ dilaksanakan pada waktunya lebih utama kecuali ada sebab-sebab tertentu untuk mengakhirkannya. Adapun sebab-sebab tertentu antara lain.

Apabila cuaca terlalu panas maka yang paling afdhal mengakhirkan shalat dhuhur pada saat cuaca dingin, yaitu mendekati waktu shalat ashar, maka apabila cuaca terasa panas yang afdhal shalat pada cuaca dingin, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam : ‘Apabila cuaca sangat panas maka carilah waktu yang dingin untuk shalat, karena hawa panas itu berasal dari hembusan neraka jahannam’ [3]

Adapun Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pada saat safar, Bilal berdiri untuk adzan maka Rasulullah bersabda : ‘Carilah waktu dingin [4]. Kemudian Bilal berdiri lagi untuk adzan, Rasulullah mengizinkannya.

Seorang yang mendapatkan shalat berjama’ah diakhir waktu sedangkan diawal waktu tidak ada jama’ah, maka mengakhirkan shalat lebih afdhal, seperti seseorang yang telah tiba waktu shalat sedangkan ia berada di daratan, ia mengetahui akan sampai ke satu desa dan mendapatkan shalat berjama’ah di akhir waktu, maka manakah yang lebih afdhal ia mendirikan shalat ketika waktu shalat tiba atau mengakhirkannya sehingga ia shalat secara berjama’ah ?

Kita katakan :’Sesungguhnya yang lebih afdhal mengakhirkan shalat sehingga mendapatkan shalat secara berjama’ah, yang kami maksudkan mengakhirkan di sini demi hanya untuk mendapatkan shalat berjama’ah.

[Disalin dari buku Majmu' Fatawa Arkanil Islam, Penulis Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, Edisi Indonesia Majmu Fatawa Solusi Problematika Umat Islam Seputar Akidah dan Ibadah, Bab Ibadah, Penerjemah Furqan Syuhada, Penerbit Pustaka Arafah]

myquran.org

work hard workManusia boleh berharap, namun keputusan tetap ada pada Allah Yang Maha Pembuat Keputusan. Keputusan itu adalah sebaik-baiknya keputusan yang dibuat oleh manusia. Kelulusan yang sudah aku rencanakan akan berhasil aku dapatkan di akhir semester ini, ternyata tak berbuah kenyataan. Sebenarnya sungguh berat hati ini bisa menerima kenyataan ini. Namun aku yakin bahwa ini semua bisa dijadikan sebagai ajang instropeksi diri untuk bisa meneliti dimana kekurangan diri ini sehingga mendapatkan takdir seperti ini.

Awalnya aku merasa tak bisa menerima kenyataan ini. mengingat aku sudah bertekad bahwa aku harus rajin melakukan bimbingan kepada dosen pembimbing untuk selalu menyerahkan progres apapun yang berhasil aku dapatkan dalam tiap minggunya.hingga akhirnya pada awal Juni aku menyerahkan program yang berhasil ku buat untuk tahap penyelesaian permasalahan pertama, yaitu job shop dan forage bee colony-nya. saat aku berhadapan dengan dosen pembimbingku, akhirnya ku beranikan bertanya to the point pada dosen ku itu, ‘apakah pola yang aku gunakan dalam penyelesaian program ini sudah benar?’. namun, sungguh tak disangkan ternyata dosenku itu menjawab dengan ringannya bahwa pola yang aku gunakan itu masih salah. tentu aku tersentak kaget bukan main. dalam hatiku saat itu aku sungguh kecea dengan sikap dosenku itu. kenapa baru sekarang dosenku itu bilang bahwa program yang aku sudah tunjukkan dan aku bimbingkan sejak awal Maret yang llau dinyatakan polanya salah. Kenapa baru dikatakan saat ini? hal itulah yang membuatku agak kecewa dan sedikit marah dengan dosenku itu. Namun sang dosenpun akhirnya berucapa alasan beliau melakukan hal demikian. ternyata beliau ingin menunjukkan kepada para mahasiswanya bahwa manusia itu harus belajar dari tiap kesalahannya. Sungguh manusia itu tidak baik jika dalam kehidupannya itu selalu mengalami keberhasilan terus menerus. kalimat itu ku coba untuk ku sanggupkan mengobati sedikit rasa kecewa dan marahku pada beliau. Aku mencoba nenyadarkan diri ini bahwa sang dosen mempunyai niat yang baik pada diriku dengan melakukan hal demikian padaku.

Sejak saat itu, aku masih berusaha itu mencari kebenaran dari pola yang seharusnya. ku mencoba bertanya dan mencari informasi dari dosen pembimbing pertamaku. namun ternyata beliau juga belum paham mengenai permasalahanku. aku pun mencari informasi dari situs-situs mengenai permasalahan TA-ku dan juga dari buku-buku yang berteks-kan bahasa inggris. namun, belum berhasil juga aku memahaminya. dengan asumsi yang aku gunakan dari hasil bimbinganku dengan dosen pertamaku, aku gunakan dalam program yang aku buat dari nol kembali. setelah mengeluarkan output, akupun kembali menghadap kepada dosen pembimbing keduaku. Namun apa yang beliau katakan sungguh lebih membuat aku lebih kecewa lagi. beliau mengatakan lebih baik aku siap-siap saja membayar SPP semester depan. dalam kalimat yang di ungkapkan tersebut, implisit mengandung makna bahwa aku tak akan bisa lulus semester ini dan akan maju TA kembali di semester depan. sehingga untuk saat ini sang dosenpun mmeberi saran kepadaku untuk ISTIRAHAT terlebih dahulu. karena beliau menganggap aku stress dan pikiranku sedang tak jernih dan terlalu lelah.

Namun, tentu saja aku tak ingin menyerah dengan kalimat yang di sarankan oleh dosenku tersebut. aku ingin tetap berusaha mengejar impianku untuk bisa lulus semester ini. hingga akhirnya seorang teman memberiku nasihat untuk meminta bantuan temanku yang TA-nya sudah memasuki tahap pembuatan buku. dia yang membuat aku menghubungkan aku pada temanku itu. dia paham bahwa diriku adalah gadis pemalu. hingga akhirnya teman yang direkomendasikan itu telah mengajarkan bagaimana langkah penyelesaian permasalahan job shop TA-ku itu, akhirnya aku paham bagaimana kau harus mengerjakan programnya. dalam waktu 1 minggu aku mencoba mengerjakannya meski dalam waktu satu pengerjaan tersebuta aku juga sedang menghadapi UAS. alhsmdulillah akhirnya aku berhasil menyelesaikan program tersebut. tak membuang waktupun aku segera menghadap ke dosen pembimbing keduaku itu. saat itu memang sudah memasuki akhir Juni (tanggal 25 Juni tepatnya). dosennya sedikit kaget saat aku memasuki ruangan beliau. kenapa mahasiwa satu ini masih tetap aja nekad untuk datang bimbingan kembali. namun alhamdulillah beliau menerima saya dengan sangat baik. namun, apa yang beliau sarankan sungguh masih tak jauh berbeda. beliau masih saja menyuruh saya untuk ISTIRAHAT terlebih dahulu. beliau mencoba menyadarkan aku bahwa saat ini sudah terlalu mepet untuk terus melanjutkan TA ini. memang benar, saat ini sudah akhir juni sedangkan batas maju sidang TA adalah 16 Juni, hanya ada waktu 3 minggu saja. sedangkan tahap pembuatan buku saja butuh waktu 2 minggu. sang dosen juga berkata bahwa senadainya program yang saya serahakn saat itu benar, itu masih mencapai 10% dari kata FINISH. yang belaiu kecewakan dari aku adalah seharusnya program seperti apa yang aku serahakan saat itu harusnya aku serahkan sejak bulan Maret yang llau, bukan di akhri bulan Juni seperti sekarang. dosennya juga bilang bahwa harusnya sejak dahulu aku hasruny mu minta bantuan terhadap temanku yang membantuku saat ini. namun aku malah meinta bantuan pada 2 orang kakak kelas yang permasalahannya sedikit agak tidak relevan. dari situ aku sadar dan aku pun menjelaskan pada beliau bahwa disitulah kesalahanku itu. aku sebagai gadis yang memang memiliki sifat pemalu yang mungkin bisa dikatakan akut, untuk meminta bantuan pada temanku saat ini. ternyata sifat pemalu yang seperti diperintahkan dalam agama itupun harusnya harus diimplementasikan dalam situasi yang tepat.

Al-Imam Al-Khaththabi rahimahullahu mengatakan –sebagaimana dkatakan oleh Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullahu– “Yang dapat mencegah seseorang terjatuh dlm kejelekan adl rasa malu.Sehingga bila dia tinggalkan rasa malu itu seolah-olah dia diperintah secara tabiat utk melakukan segala macam kejelekan.”

yah, semoga aku bisa mengambil hikmah dari peristiwa ini, semoga juga bisa di ambil hikmahnya bagi yang lainnya.terimakasih pak Rully S selaku dosen pembimbing kedua saya atas kisah yang sedikit menyadarkan dirku ini. semoga aku mampu menyelesaikan sebaik mungkin dan secepat mungkin Tugas Akhirku ini. mohon do’anya kawan…

Oleh: vimey | 2 Juli 2009

Menjelang Hari Penghisaban Perkuliahan

question-mark

Waktu yang tinggal menghitung hari ini untuk mencapai pada batas akhir penyerahan draft buku TA 13 Juli dan batas akhir sidang 16 Juli 2009. Namun aku tak tahu harus berbuat apalagi dalam menjelang hari penghisaban perkuliahan tersebut. Yang aku sibukkan saat ini adalah mencoba memahami bagaimana alur yang digunakan dalam melakukan optimasi dari penjadwalan yang telah berhasil didapatkan. Memahami dari hasil tugas akhir seorang kawan yang serupa permasalahan denganku, hingga membaca ulang paper utama pengerjaan tugas akhirku. Belum ada hasil yang aku dapatkan hingga saat ini.

Semoga saja aku bisa tetap istiqomah untuk tetap berikhiyar dalam mejelas hari-hari penghisaban ini. Meski terkadang aku agak terhenti karena pikiran ini sedikit lelah. belum lagi melihat rona kekecewaan yang terlukis dalam wajah orang tuaku. Rasanya ingin leleh air mata ini mengingat hal tersebut. aku gagal menjalankan amanat beliau berdua. Ya Allah, berikanlah aku kemudahan dalam menjalani masa-masa ini. maafkan kesalahanku yang telah mengecewakan dan memupuskan harapan kedua orang tuaku. semoga aku bisa mengambil hikmah dari semua ini sebagai bekal di kemudian hari nanti. Aamiin..

Oleh: vimey | 27 Juni 2009

Islamic Calendar (Menghitung Hari)

Oleh: vimey | 18 Mei 2009

Pergi Untuk Kembali

pergi

Sengaja meminjam judul dari sebuah lagu untuk mewakili apa yang hendak aku lakukan. Ucapan maaf sebelumnya ku ingin haturkan pada semua pembaca dan pengunjung blog ini. Saat ini dikarenakan penulis sedang berada dalam masa-masa tersulit dan penuh dengan ujian, maka updating dari isi blog ini akan dihentikan untuk beberapa lama. Penulis sedang menjalani akhir dari suatu masa, yaitu masa perkuliahan, insyaAllah.

Berada di semester akhir dari suatu jenjang perkuliahan memang begitu berat. tiap waktu yang diberika oleh sang Kuasa sebagian besar dihabiskan untuk berada di hadapan komputer. Dengan garak-gerik jari-jari tangan dan otak yang selalu dituntut untuk mampu menggunakan logika sebaik mungkin. hingga sebuah hasil program dihasilkan. Tak cukup sampai disitu, setelah program berhasil di buat, maka masih dilanjutkan kembali menulis semua langkah yang telah dilakukan dalam sebuah buku bersampul biru, sebagai dokumentasi dari Tugas Akhir Mahasiswa.

Oleh karena itu penulis meminta izin untuk sejenak menghilang dalam peredaran tulisan yang mendunia ini. Penulis juga memohon do’a dari pembaca dan pengunjung sekalian untuk kesuksesan masa penyelesaian Tugas Akhir yang saya lakukan ini. Terima kasih atas kesetiannya dalam mengikuti blog saya.

InsyaAllah saya akan segera kembali untuk aktif kembali dalam menyajikan tulisan-tulisan selanjutnya, dengan membawa kabar gembira dari apa yang telah saya perjuangkan selama masa vakumnya blog ini. Amiiin….

Oleh: vimey | 18 Mei 2009

Kreasi Kalung Rantai Mutiara

Berkreasi adalah hal yang paling membuat diriku bahagia dan tak merasa bosan. Kreatifitas yang sudah seharusnya terus dilatih, menciptakan kemampuan semakin terasah. Banyak keuntungan yang didapatkan dari ketelatenan kita dalam berkreasi. Meningkatkan nilai dari suatu barang yang awalnya bernilai rendah menjadi lebih bermanfaat dan indah menjadi suatu kesenangan tersendiri disela-sela rutinitas kehidupan. ada kepuasan tersendiri yang didapatkan dari hasil karya tangan kita sendiri.

kalung by navieAlhamdulillah, berkat pelatihan yang diriku dapatkan, aku berhasil menciptakan sebuah kalung yang begitu indah. Mungkin hasil karya ini sedikit membutuhkan peralatan yang lebih lengkap. karena dalam pembuatannya kita membutuhkan dua buah peralatan yang bentuknya seperti tang. Fungsi dari kedua alat tersebut adalah untuk memotong dan membentuk bulatan pada kawat yang digunakan untuk menyambungkan mutiara dengan rantai-rantai yang ada. Namun jika kita sudah mempunyai niat, semuanya itu bukanlah hal yang bisa menghalangi kita untuk terus berkreasi.

.:Keep Your Creation:.

Oleh: vimey | 15 Mei 2009

Tugas Akhir-ku

Posisi sebagai mahasiswa tingkat akhir dari suatu perguruan tinggi telah mengantar diriku untuk menginjak jenjang semester akhir. sebagai penutup dari suatu masa perkualiahan, tentu saja seorang mahasiswa harus mengambil matakuliah TUGAS AKHIR yang seringkali menjadi momok bagi mahasiswa yang hendak menyandang gelar sarjana.

Matakuliah 4 sks ini aku ambil di semester 8 bersama dengan 3 buah mata kuliah lain yang belum sempat aku ambil pada semester-semester sebelumnya. bidang minat yang ditawarkan oleh jurusan yang aku pijaki saat ini ada 3 macam, yaitu Decision Support System, E-Bussiness, dan PPSI (Proyek Pengembangan Sistem Informasi). dan takdir indah akhirnya membawa diriku masuk dalam bidang minat DSS (Decision Support System).

Sebuah bidang minat yang begitu identik dengan penggunaan variabel-variabel serta rumus-rumus yang dirasa begitu absurt bagi sebagian besar mahasiswa. Dengan banyak pertimbangan dan beberapa kali konsultasi dengan calon dosen pembimbing, akhirnya aku putuskan untuk mengambil teman mengenai penjadwalan dengan judul “Implementasi Optimasi Algoritma Bee Colony Untuk Menyelesaikan Penjadwalan Job Shop”. Pengerjaan tugas akhir ini akan menggunakan software Matlab sebagai solvernya.Dan yang membuat aku bersyukur untuk kesekian kalinya, Alhamdulillah aku mendapatkan dosen pembimbing yang sejak dahulu memang sudah aku cita-citakan, Bu Mahendrawathi dan Pak Rully Soelaiman.

Semoga dengan banyaknya hal yang dirasa sudah mendukung dan tentu saja do’a dari semua kalangan membuat pengerjaan Tugas Akhir ini terasa indah dan lancar hingga mendapat hasil yang maksimal pada akhirnya. Amiiin….:)

Oleh: vimey | 15 Mei 2009

Lovely

v-lovelyPersahabatan adalah ikatan batin yang begitu kuat meski tak punya hubungan darah sekalipun. setiap diri kita pastinya punya seorang sahabat. dimana mereka adalah sesosok manusia yang turut mengisi hari-hari kita, mewarnai senang sedihnya alur kehidupan kita. Bagi diriku, sebuah hubungan persahabatan bukanlah sebuah tali yang dengan begitu mudahnya putus. aku akan berusaha dan menjaga ikatan persahabatan yang pernah terjalin selama raga dan nyawa ini masih menyatu.

Saat usiaku menginjak bangku SMA, bagiku persahabatan adalah sebuah masa dimana kita sangat membutuhkan kehadiran seorang teman atau sahabat untuk bisa berbagi cerita. di SMA Negeri 9 Surabaya aku kembali menemukan 2 orang sahabat yang begitu mengerti dan juga mau menghargai arti sebuat persahabatan. Hingga saat itu, kami memberikan nama persahabatan kami dengan nama “V-Lovely”. tentu saja ada alasan di balik nama itu. yah namanya juga anak SMA yang masih merasa dirinya adalah orang yang penuh dengan rasa cinta, makanya akhirnya memilih nama yang berbau dengan lope-lopean gitu. hehehe… dan kami juga sengaja memberi tambahan huruf V di depannya. alasannya adalah karena anggota dari Lovely semua mempunyai nama panggilan yang mengandung huruf V. Novie – Ve – Navie. gimana? masuk akal juga kan? :)

Novie

gadis yang merupakan tetua dari lovely ini adalah sosok yang paling dewasa dan selalu memberikan nasihat-nasihat pada sahabat yang lain. seorang yang selalu berharap aktif dalam beberapa kegiatan baik di kampus maupun saat sekolah dahulu. aktivis paskibra saat bersekolah di SMAN 9 Sby dan anggota legislatif BEM kampus ITS. ada beberpa hal yang sering aku dibuat jengkel oleh sahabatku yang satu ini. dia seringkali tidak bisa hadir dalam suatu kegiatan atau perjanjian tepat pada waktunya. namun, overall, dia adalah sosok seorang sahabat yang begitu menarik serta pengertian.

Ve

gadis yang satu ini seperti orang yang pernah bisa sedih, dia selalu ceria di setiap suasana, dan dia adalah sumber keceriaan dimana ia berada saat itu. cewek yang satu ini adalah tipe orang yang selalu lebih baik mengalah. pengorbanan yang dia berikan tidak tanggung-tanggung untuk sahabat-sahabatnya. dia juga seorang aktivis saat SMA maupun kuliah. yang aku tahu dia adalah seorang anggota MPK saat SMA dulu.sahabat yang kukenal semenjak duduk di bangku kelas 2 SMA ini, telah berhasil menyelesaikan studi D3 nya di Analis Kesehatan Dr Soetomo. dan kini ia telah behasil menjadi karyawan yang bekerja di bagian analis kesehatan Prodia di daerah Jemursari Surabaya.

Navie

Tak perlu dibahas, ndak terlalu penting. karena dia merasa begitu beruntung telah dikaruniai sahabat-sahabat yang begitu mulia seperti yang telah disebutkan di atas:D

Kalau partai-partai mapu memberikan jargon bagia partainya, maka persahabatan kamipun mempunyai jargon juga.
“Keep Smile and Semangat!!!” :)
Semoga persahabatan ini akan terus terjalin sampai akhir hayat nanti. Amiiin….

« Newer Posts - Tulisan Sebelumnya »

Kategori