Oleh: vimey | 8 Februari 2009

Pertemuan yang Tertunda

Manusia boleh saja berencana, tapi Allah lah yang menentukan ending dari sebuah harapan dan cerita. Yah, mungkin itulah yang sedang aku alami di hari Jumat, tanggal 6 Februari 2009. Di hari itu, aku dan teman-teman angkatan 2005 Sistem Informasi ITS berencana akan memenuhi undangan dari seorang kawan seangkatan yang Alhamdulillah sudah di karuniai kelulusan dalam waktu yang amat singkat. Vivin ia biasa di panggil. Salut aku dengan tamanku itu. Bagaimana tidak, dia adalah teman termuda di angkatan 2005, tapi dia adalah orang yang pertama kali lulus. Di tambah lagi dengan waktu 3,5 tahun yang hanya ia butuhkan untuk bias mendapat gelar S KOM dari kuliah yang ia jalani selama ini. Dan tidak cukup itu saja yang membuat ia menjadi lebih wah. Nilai yang berhasil ia capai dalam tugas Akhir yang di kerjakannyapun adalah A. Subhanallah…begitu cerdasnya temanku yang satu itu. Selamat ya Vhyn…

Lanjut ke cerita yang ingin aku sampaikan. Nah, untuk bisa memenuhi undangan kawanku itu, kita semua harus bertolak dari Surabaya ke kota Mojokerto. Kota darimana temanku itu berasal. Kami dengan mengendari dua mobil berangkat dari kampus FTIf ITS pukul 9 pagi. Sesampainya disana pukul 11. Awalnya aku hanya mengetahui bahwa rencana hari ini hanyalah ke mojokerto saja. Tapi saat kami berbincang-bincang di kediaman temnaku itu, aku baru tahu bahwa tujuan dalam perjalanan di hari ini tidak hanya menuju ke mojokerto saja, tapi juga ke kota Malang. Tujuannya adalah ingin berkunjung ke rumah salah satu dosen favorit di angkatan kami, yaitu bu Nuraini atau yang lebih akrab di panggil bu Iin. Beliau baru saja menikah di tanggal 31 Januari kemarin. Disana kami ditunjukkan album photo dan video pernikahan beliau dengan seorang pria yang dipertemukan saat mengikuti forum muslim di Taiwan. Hmm…sungguh syahdu cerita yang mereka ungkapkan tenatang bagaimana pertemuan mereka hingga membawa mereka ditakdirkan untuk menjadi satu keluarga yang utuh. Semoga mereka menjadi keluarga yang sakina, mawaddah, warahmah…Amin…

Kembali ke cerita utama…Tujuan kota Malang, tiba-tiba mengingatkanku akan seorang teman yang baru aku kenal beberapa saat yang lalu. Fitri namanya. Dia berkuliah di jurusan Biologi Universitas Muhammadiah Malang. Dia juga seangkatan denganku. Pertama kali aku mengenalnyapun aku sudah merasa nyaman berbincang dengannya. Dia sangat ramah dan mudah bersahabat. Itulah yang tiba-tiba mendorong aku untuk membuat niat menyempatkan diri untuk bertemu dengan dirinya. Yah, karena memang selama beberapa waktu ini kita hanya berbincang lewat chat dan juga telepon, dan belum pernah sekalipun bertemu langsung. Tak membuang waktu, akupun langsung mengirimkan sebuah sms padanya untuk mengabarkan tentang hal ini. Dan dia pun dengan tangan terbuka mempersilahkan aku mampir ke tempatnya. Mendengar reaksi yang ia berikan, pikiranku langsung merangkai tentang bagaimana aku bisa sampai ke tempat temanku itu. Secara aku hanyalah menebeng mobil salah satu teman kuliah, jadi aku tidak bias kemana-mana sesuka hati.

Tapi, tiba-tiba saja ada salah satu sahabatku yang menawarkan untuk meu mengantarkanku ke kampus dimana Fitri berkuliah. Yup, karena Desy, sahabatku itu sudah tidak asing lagi dengan jalan di kota Malang tersebut, sebab ia pernah menempuh masa-masa SMAnya di MAN3 Malang. Mendengar tawaran tersebut, tentu aku sangat senang. Sepertinya pikiranku yang sejak tadi memikirkan bagaimana bisa sampai ke UMM, seakan sudah mendapat jalan keluar. Setelah menelusuri ke depan menganai rencana tersebut, ternyata ada satu permasalahan yang muncul. Hingga harus memikirkan untuk menyusun rencana yang lain lagi. Setelah menyampaikan permasalahanku itu ke Fitri, gadis tersebut amalah menawariku untuk menginap dulu di tempatnya. Ternyata, jika aku mengambil solusi y7ang ia tawarkan tersebut, ada lagi masalah lain yang muncul. Sehingga akupun tidak menemukan solusi yang lain lagi.

Setelah mengkonsultasikan hal ini pada kedua sahabatku yang saat itu juga ikut ke Malang, ternyata mereka menyarankan diriku untuk tidak meneruskan niatku ini. Ada beberapa hal yang mereka pertimbangkan. Setelah aku pikirkan, akhirnya akupun memutuskan untuk menuruti apa yang di sarankan oleh kedua sahabatku itu. Dan akupun segera meminta maaf pada Fitri akan niat untuk menemuinya di hari ini gagal. Selama perjalanan pulang ke Surabaya, kekecewaan akan kegagalan pertemuan itu masih terus saja membekas dalam pikiran. Tapi aku harus yakin bahwa suatu saat, kita pasti akan bisa bertemu jika memang Allah sudah menakdirkan di waktu yang tepat.

Terima kasih Fitri…dan juga dua sahabatku (Desy dan Yeni)….atas kebaikan kalian di hari itu, atas pengertian dan perhatian kalian…

Iklan

Responses

  1. seru-seru…..

    ternyata gitu juga bisa bwt crita ya…

    ana mah ga bisa bwt kayak gitu…

    Bwt lg yg banyak…

    moga qt bisa bertemu…. amin…

  2. @phie…
    Sukron ya ukh…
    udah mau kasih komen…(ya walo sedikit pemaksaan :p)
    hehe…
    ya itu juga terinspirasi dari anti kan…
    yup, amin…moga kita akan segera bisa bertemu…

  3. capek yah ke ITS pa lg skrng nie gw lg pnya pembimbing di ITS bagian teknik elektro. Dosen pembimbing namanya Ir.M.Rohmad.MT gedung D3

  4. @robi “VEDC”
    owh ya?
    tapi sayang ane juga tetep ga kenal walo km kasih tau nama dosennya.. 🙂
    emang TA mu tentang apa?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: