Oleh: vimey | 12 Maret 2009

Bedah Buku Perdana — ISTIKHARAH

Hmm…. Postingan kali ini aku bikin, karena kebetulan di agenda pertama dalam kajian yang aku ikuti, aku mendapat giliran pertama untuk menyampaikan materi bedah buku. Bedah bukunya terserah kita. mau ambil judul buku yang seperti apa. Nah, pada kesempatan Bedah Buku perdana ini aku agak bingung juga sie. mau pilih tema yang seperti apa ya…

Akhirnya bergerak ke kost temen, dan mata ini langsung mencari buku-buku koleksinya yang bisa aku bedah. melalui pertimbangan yang singkat namun matang, ku akhirnya memilih judul buku “SHALAT ISTIKHARAH”. Malam harinya, ku menyempatkan untuk membuat ringkasan mengenai buku yang aku baca tersebut. Dan inilah cuplikan isi dari buku tersebut. Semoga bisa memberikan manfaat ya sahabat….

*              *                *

Shalat istikharah merupakan doa khusus yang di ucapkan seorang muslim setelah mengerjakan shalat dua raka’at sunnah untuk memilih yang terbaik baginya untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu.

Memilih isteri atau suami yang tepat adalah fase terpenting dalam permulaan pernikahan, dan dalam hal ini diperlukan kesungguhan yang mendalam untuk mendapatkan suami atau isteri yang tepat dari segala aspeknya. Siapa yang ingin ni’kah, hendaklah dia memilih pendamping hidupnya dengan pilihan yang berlandaskan pengetahuan dan pemikiran yang kukuh serta sangat bersungguh-sungguh untuk beristikharah kepada Allah, sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah kepada kita.

Cara melakukan Shalat Sunnat Istikharah :
1. Niat :
2. Bacaan Surat setelah Al-Fatihah : Rakaat Pertama, Surat Al-Kafirun ; Rakaat kedua, Surat Al-Ikhlas
3. Selesai Shalat, mambaca doa.

Ada Hadist Rosulullah SAW setentang doa Istikharah yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari sebagai berikut :

“Ya Allah, Tuhanku, sesungguhnya aku mohon petunjuk kepada-Mu tentang mana yang baik buatku menurut ilmu-Mu. dan aku mohon diberi kekuatan dengan kekuatan-Mu dan dengan keagungan-Mu yang besar. Karena sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Kuasa, aku tidak berkuasa. Engkaulah Yang Maha Mengetahui dan aku tidak mengetahui serta Engkaulah Yang Maha Mengetahui hal-hal yang ghaib. Ya Allah, jika Engkau tahu bahwa perkara ini baik bagiku dan agamaku dan dalam kehidupanku dan pada akibat tindakanku, maka tetapkanlah untukku kemudian berkahilah aku. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa pekerjaan ini buruk bagiku dalam agamaku dan kehidupanku dan akibat tindakanku, maka palingkanlah yang jahat itu dari aku dan palingkanlah aku darinya. Dan tentukanlah bagiku kebajikan sekiranya ada. Kemudian ridhoilah aku dalam kebajikan itu. “ ( HR Bukhari )

Atau …

“Ya Allah , sesungguhnya aku minta pilihan yang tepat kepada-Mu dengan ilmu dan pengetahuan-Mu (untuk mengatasi persoalanku) dengan kemahakuasaan-Mu. Aku mohon kepada-Mu sesuatu dari anugrah-Mu Yang Maha Agung, Sesungguhnya Engkau Mahakuasa, sedang aku tidak kuasa, Engkau mengetahui sedang aku tidak mengetahuinya, dan Engkau Maha Mengetahui hal yang gaib.
Ya Allah, apabila Engkau mengetahui bahwa urusan ini ……………………(menyebutkan persoalannya) lebih baik bagiku pada agamaku, dan kehidupanku dan akibatnya terhadap diriku di dunia atau diakhirat, sukseskanlah untukku, mudahkanlah jalannya, kemudian berikanlah berkah.
Akan tetapi apabila Engkau mengetahui bahwa persoalan ini lebih buruk bagiku dalam agama, kehidupan, dan akibatnya kepada diriku didunia atau di akhirat, maka singkirkanlah persoalan tersebut, dan jauhkanlah aku daripadanya, takdirkan kebaikan untukku dimana saja kebaikan itu berada, kemudian berilah kerelaanMu kepadaku”. (Hisnul Muslim)

Kisah mengenai pentingnya Istikharah:
Seperti apa yang pernah di lakukan Ummul Mukminin, Zainal binti Jahsy, tatkala Rasulullah mengirin utasannya untuk melamarnya. Lamaran Rasulullah merupakan kebaikan tertinggi yang di harapkan seorang wanita. Namun demikian, hal itu tak menghalanginya untuk beristikharah sebagai bentuk kepercayaan kepada Allah.

Anas meriwayatkan bahwa Rasulullah melamar Zainab. Zanab menjawab :
“Saya tidak bias memutuskan sesuatu hingga Rabb saya memerintahkan kepada saya. Maka, ia pun berdiri ke tempat sujudnya (shalat istikharah).

Itulah yang mengisyaratkan bahwa hendaklah kita menyerahkan segala sesuatu urusan pada Allah SWT. Yakinlah bahwa pilihan Allah adalah sebaik-baiknya pilihan.

Iklan

Responses

  1. trimakasih atas pemberi tahuanya kepada yang terhomat ustadzah vemey,aku coba sekarang semoga aku jadi imam masjid nabawi dan berkawan sama kh.zainudin mz dan doakan semoga sukses.

  2. sebelumnya aku minta maaf dulu ya,sayang sekali tulisanmu tentang tatacara salat istikhara yang kamu tulis masih kurang lengkap kamu tulis.

  3. @bos_kenzi
    Amin….
    semoga doa dan harapanmu terkabul dah… v^^v

    @you_____suf
    wah iya ya…
    hehe…maap de… :p
    emng lengkapnya kayak gmn toh???

  4. salah satu yg kurang adalah niatnya kamu tidak tulis,semestinya kamu tulis niatnya juga biar orang yang gak tau niatnya seperti aku ini jadi tau

  5. @you____suf
    nah itu dah tau…
    napa harus aku tulis…???
    iya de…makasih dah di ingetin 😀

  6. sapa bilang aku tau, diatas aku kan tulis(biar orang yang gak tau/hapal niatnya seperti AKU ini jadi TAU)

    kenapa blum di tulis biar lengkap

  7. @you____suf
    insyaAllah ga d tambahi orang lain udah tau kok.
    setiap hal yang kita lakukan pastinya selalu di awali dengan niat.
    yang penting kan km juga udah tau… 🙂

  8. kalau aku tau aku ga bakalan nanya.tapi kalau ga kasih tau ya ga apa!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: