Oleh: vimey | 7 Mei 2009

Perjumpaan Raga yang dulu Maya

Pertama kali,pandangan mata ini tertegun pada sebuah id yang tertera pada kiriman email seorang kawan yang lain lagi. Ada dorongan yang begitu kuat dari dalam hati untuk bisa menjalin ukhuwah yang indah dengan pemilik id yang sempat mempesona tangkapan retina mata ini. Hingga akhirnya aku menempatknannya dalam deretan manusia-manusia yang berwujud kata-kata semata. Kawan yang setia menemani kemayaan dan akting bayangan fatamorgana.

Dalam babak ta’aruf antar dua insan yang berfisik rangkaian ketikan huruf-huruf yang dipadu dengan kecanggihan teknologi ini, hanya sempat bermodal sebuah attach file yang ber-ekstention .jpg yang mampu dusuguhkan. Sebuah image yang diharapkan memberikan visualisasi temporary bagi masing-masing pemilik id yang hanya hidup dalam dunia semu. Ditambah dengan jalinan komunikasi melalui resonansi-resonansi getaran suara yang keluar dari lubang-lubang kecil pada sebuah sisi dari ponsel kuno yang ku miliki. Semua dijalani sebagai mukadimah dari cerita indah di masa depan. Sebuah ukhuwah yang semoga tak kan lekang oleh waktu atau faktor diluar dugaan.

Ada benarnya, bahwa sebuah kebahagiaan harus siap dicapai dan di awali dengan sebuah kepayahan. Sebuah penantian yang tak bisa dianggap sejenak terhadap seorang kawan yang dikirim oleh Yang Maha Pemberi Bahagia sebagai sosok yang mendampingi perjalananku menuju sebuah klimaks dari cerita yang ditunggu-tunggu. Tak hanya penantian itu yang menjadi sebuah batu ujian bagi diriku untuk bisa mencapai klimaks tersebut. Sebuah tenaga lebih harus ku kerahkan saat Allah memberikan takdir bahwa kereta yang akan mengantarkan raga ini untuk berjumpa dengan teman maya itu sudah lebih dulu melaju dan hendak membunuh harapan besar yang tersimpan dalam jiwaku saat itu. Namun, aku tentu tak ingin membuat takdir ini berjalan tanpa sebuah ikhtiar. Aku mencoba berlari melebihi kencangnya laju kereta untuk bisa membawa raga ini tertopang di dalamnya. Dan…Alhamdulillah, Allah memberikan jawaban ikhtiar ini dengan kepuasan hati yang mendalam.

Malang….sebuah kota dingin nan sempat aku puja saat duduk di bangku sekolah dasar dulu kala. Yup, raga ini akhirnya berada pada kota yang menawarkan sejuknya udara yang agak mustahil bisa aku rasakan di kota Surabaya. Subhanallah… sosok yang sebelumnya hanya mampu aku pandang melalui sebuah image, kini sosok tiga dimensinya sudah berada di hadapan diri, Ukhty Fitri, ditemani dengan kawanya yang sempat aku kenal pula pada dunia yang sama, Ukhty Yani, sahabat dari sahabat yang aku miliki dalam kehidupan kampusku, Ukhty Desy. Sahabat yang menumbuhkan serta menyuburkan kembali niat perjumpaanku yang sebelumnya sudah agak memudar. Aku merasa bahagia itu sudah bisa aku rasakan. Puji syukur tak henti aku ucapkan pada indera lisanku ini.

Semoga episode kehidupan yang menghadirkan serta menumbuhkan senyum tak ternilai ini tidak lekas tamat sampai disini. Semoga ada session-session selanjutnya. Nantikan… ^,^

Iklan

Responses

  1. sebuah episode yang mempesona,,

  2. Hmmm…. jd malu…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: