Oleh: vimey | 2 Juli 2009

Keberhasilan yang Tertunda dalam Perjuangan Tugas Akhir

work hard workManusia boleh berharap, namun keputusan tetap ada pada Allah Yang Maha Pembuat Keputusan. Keputusan itu adalah sebaik-baiknya keputusan yang dibuat oleh manusia. Kelulusan yang sudah aku rencanakan akan berhasil aku dapatkan di akhir semester ini, ternyata tak berbuah kenyataan. Sebenarnya sungguh berat hati ini bisa menerima kenyataan ini. Namun aku yakin bahwa ini semua bisa dijadikan sebagai ajang instropeksi diri untuk bisa meneliti dimana kekurangan diri ini sehingga mendapatkan takdir seperti ini.

Awalnya aku merasa tak bisa menerima kenyataan ini. mengingat aku sudah bertekad bahwa aku harus rajin melakukan bimbingan kepada dosen pembimbing untuk selalu menyerahkan progres apapun yang berhasil aku dapatkan dalam tiap minggunya.hingga akhirnya pada awal Juni aku menyerahkan program yang berhasil ku buat untuk tahap penyelesaian permasalahan pertama, yaitu job shop dan forage bee colony-nya. saat aku berhadapan dengan dosen pembimbingku, akhirnya ku beranikan bertanya to the point pada dosen ku itu, ‘apakah pola yang aku gunakan dalam penyelesaian program ini sudah benar?’. namun, sungguh tak disangkan ternyata dosenku itu menjawab dengan ringannya bahwa pola yang aku gunakan itu masih salah. tentu aku tersentak kaget bukan main. dalam hatiku saat itu aku sungguh kecea dengan sikap dosenku itu. kenapa baru sekarang dosenku itu bilang bahwa program yang aku sudah tunjukkan dan aku bimbingkan sejak awal Maret yang llau dinyatakan polanya salah. Kenapa baru dikatakan saat ini? hal itulah yang membuatku agak kecewa dan sedikit marah dengan dosenku itu. Namun sang dosenpun akhirnya berucapa alasan beliau melakukan hal demikian. ternyata beliau ingin menunjukkan kepada para mahasiswanya bahwa manusia itu harus belajar dari tiap kesalahannya. Sungguh manusia itu tidak baik jika dalam kehidupannya itu selalu mengalami keberhasilan terus menerus. kalimat itu ku coba untuk ku sanggupkan mengobati sedikit rasa kecewa dan marahku pada beliau. Aku mencoba nenyadarkan diri ini bahwa sang dosen mempunyai niat yang baik pada diriku dengan melakukan hal demikian padaku.

Sejak saat itu, aku masih berusaha itu mencari kebenaran dari pola yang seharusnya. ku mencoba bertanya dan mencari informasi dari dosen pembimbing pertamaku. namun ternyata beliau juga belum paham mengenai permasalahanku. aku pun mencari informasi dari situs-situs mengenai permasalahan TA-ku dan juga dari buku-buku yang berteks-kan bahasa inggris. namun, belum berhasil juga aku memahaminya. dengan asumsi yang aku gunakan dari hasil bimbinganku dengan dosen pertamaku, aku gunakan dalam program yang aku buat dari nol kembali. setelah mengeluarkan output, akupun kembali menghadap kepada dosen pembimbing keduaku. Namun apa yang beliau katakan sungguh lebih membuat aku lebih kecewa lagi. beliau mengatakan lebih baik aku siap-siap saja membayar SPP semester depan. dalam kalimat yang di ungkapkan tersebut, implisit mengandung makna bahwa aku tak akan bisa lulus semester ini dan akan maju TA kembali di semester depan. sehingga untuk saat ini sang dosenpun mmeberi saran kepadaku untuk ISTIRAHAT terlebih dahulu. karena beliau menganggap aku stress dan pikiranku sedang tak jernih dan terlalu lelah.

Namun, tentu saja aku tak ingin menyerah dengan kalimat yang di sarankan oleh dosenku tersebut. aku ingin tetap berusaha mengejar impianku untuk bisa lulus semester ini. hingga akhirnya seorang teman memberiku nasihat untuk meminta bantuan temanku yang TA-nya sudah memasuki tahap pembuatan buku. dia yang membuat aku menghubungkan aku pada temanku itu. dia paham bahwa diriku adalah gadis pemalu. hingga akhirnya teman yang direkomendasikan itu telah mengajarkan bagaimana langkah penyelesaian permasalahan job shop TA-ku itu, akhirnya aku paham bagaimana kau harus mengerjakan programnya. dalam waktu 1 minggu aku mencoba mengerjakannya meski dalam waktu satu pengerjaan tersebuta aku juga sedang menghadapi UAS. alhsmdulillah akhirnya aku berhasil menyelesaikan program tersebut. tak membuang waktupun aku segera menghadap ke dosen pembimbing keduaku itu. saat itu memang sudah memasuki akhir Juni (tanggal 25 Juni tepatnya). dosennya sedikit kaget saat aku memasuki ruangan beliau. kenapa mahasiwa satu ini masih tetap aja nekad untuk datang bimbingan kembali. namun alhamdulillah beliau menerima saya dengan sangat baik. namun, apa yang beliau sarankan sungguh masih tak jauh berbeda. beliau masih saja menyuruh saya untuk ISTIRAHAT terlebih dahulu. beliau mencoba menyadarkan aku bahwa saat ini sudah terlalu mepet untuk terus melanjutkan TA ini. memang benar, saat ini sudah akhir juni sedangkan batas maju sidang TA adalah 16 Juni, hanya ada waktu 3 minggu saja. sedangkan tahap pembuatan buku saja butuh waktu 2 minggu. sang dosen juga berkata bahwa senadainya program yang saya serahakn saat itu benar, itu masih mencapai 10% dari kata FINISH. yang belaiu kecewakan dari aku adalah seharusnya program seperti apa yang aku serahakan saat itu harusnya aku serahkan sejak bulan Maret yang llau, bukan di akhri bulan Juni seperti sekarang. dosennya juga bilang bahwa harusnya sejak dahulu aku hasruny mu minta bantuan terhadap temanku yang membantuku saat ini. namun aku malah meinta bantuan pada 2 orang kakak kelas yang permasalahannya sedikit agak tidak relevan. dari situ aku sadar dan aku pun menjelaskan pada beliau bahwa disitulah kesalahanku itu. aku sebagai gadis yang memang memiliki sifat pemalu yang mungkin bisa dikatakan akut, untuk meminta bantuan pada temanku saat ini. ternyata sifat pemalu yang seperti diperintahkan dalam agama itupun harusnya harus diimplementasikan dalam situasi yang tepat.

Al-Imam Al-Khaththabi rahimahullahu mengatakan –sebagaimana dkatakan oleh Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullahu– “Yang dapat mencegah seseorang terjatuh dlm kejelekan adl rasa malu.Sehingga bila dia tinggalkan rasa malu itu seolah-olah dia diperintah secara tabiat utk melakukan segala macam kejelekan.”

yah, semoga aku bisa mengambil hikmah dari peristiwa ini, semoga juga bisa di ambil hikmahnya bagi yang lainnya.terimakasih pak Rully S selaku dosen pembimbing kedua saya atas kisah yang sedikit menyadarkan dirku ini. semoga aku mampu menyelesaikan sebaik mungkin dan secepat mungkin Tugas Akhirku ini. mohon do’anya kawan…

Iklan

Responses

  1. Pertamaaaaaaaaaxxxxxxxzzzzzzz.. lanjutkan perjuanaganmu naaaaak.. kabuuurrrrrrrr
    Salam Sayang

  2. ya deh…

  3. tetep semangat mbak…mbak pasti bisa kq
    wish all the best 4 u y mbak
    krna q cm ‘ade’, q cm bs bntu lewat doa 🙂
    yg penting tetep semangatt!!!

    hmm…adek-kuw.. 🙂
    iya, makasih banyak ya ade-kuw tersayang 😀
    semangat juga buat KAPE-mu… 🙂

  4. kata seseorang, Terlalu dini untuk menyatakan Menyerah…

    Allohu a’lam, apakah aku juga akan mampu..

    kalo ma anti ya ukh, ana yakin anti pasti bisa..
    hmm….terimakasih bnyk buat semangatnya… 🙂

  5. keep on fighting till the end


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: